DARI lantai 10 Hotel Fair Mont tampak beberapa terowongan menembus gunung batu di sisi utara perluasan pembangunan Masjidil Haram. Sedikitnya ada enam terowongan. Dua terlihat paling besar, sedangkan empat terowongan lainnya lebih kecil.

Di balik terowongan dibangun pusat stasiun kereta api dari berbagai daerah tujuan Masjidil Haram. Kawasan pusat stasiun itu disebut Abu Lahab. ‘’Kalau Anda sempat jalan-jalan nantinya terowongan yang terlihat dari sini (Fair Mont) sudah tembus ke kawasan Abu Lahab,’’ ujar Makki M. Djaelani, mukimin asal Indonesia yang sudah 20 tahun tinggal di Saudi Arabia. Makki juga pemerhati pembangunan seputar kawasan Masjidil Haram.

Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia tak hanya memperluas pembangunan Masjidil Haram. Untuk kelancaran transportasi ke Masjid Haram dibangun jalan baru, namanya King Abdul Aziz Ring Road. Jalan lingkar sepanjang empat kilometer dengan lebar 80 meter ini tersambung dengan jalan Jeddah Expressway.

Sementara di selatan Masjidil Haram dibangun kawasan Hijrah. Adanya perluasan kawasan ini tempat salat di sisi selatan masjid bertambah dari 1.170 meter persegi menjadi 30 ribu meter persegi. Di tempat ini juga tersedia lahan parkir untuk seribu mobil.

Total luas wilayah ruang terbuka perluasan Masjidil Haram mencapai lebih dari 40 ribu meter persegi. Bisa menampung sedikitnya 100 ribu jamaah.

Dengan demikian, Masjid Haram di Makkah menjadi masjid dengan lapangan terluas dan terpenting di dunia.

Pemerintah Arab juga membagun sistem perkeretaapian guna memudahkan pengangkutan jamaah haji yang setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Baik menuju Masjidil Haram maupun ke kota lain seperti Madinah, Jeddah, maupun Riyadh. Bahkan sampai Damam, kota di Saudi Arabia yang berbatasan langsung dengan negara Uni Emirat Arab (UEA).Sedangkan jalur kereta api di Mashair yang menghubungkan Arafah-Mudzalifah dan Mina sudah dioperasikan sejak musim haji 2010 lalu.

Kereta dengan sekitar 13 gerbong terlihat mondar-mandir dari tenda jamaah haji di Mina. Ketika itu masih sebatas uji coba operasional. Selain itu, penumpang dikhususkan bagi jamaah asal Timur Tengah saja. ‘’Nantinya kalau pembangunan stasiun sentral kereta api di Abu Lahap selesai, Mashair juga masuk Masjidil Haram,’’ jelas Makki.

Pembangunan besar-besaran jaringan rel kerta api itu melibatkan kontraktor dari negara Asia dan Eropa. Di antaranya, Tiongkok dan Spanyol. Juga beberapa kontraktor Saudi Arabia, seperti Bin Laden. Kerajaan Saudi Arabia membangun jaringan rel kereta api dari Makkah.

Dari Masjidil Haram-Madinah berjarak sekitar 470 kilometer. Selain itu rel yang menghubungkan Jeddah-Makkah. Disambung Makkah-Riyadh yang berjarak sekitar 900 kilometer. Serta Riyadh-Damam berjarak sekitar 1.500 kilometer. ‘’Bisa dibayangkan panjangnya lintasan kereta api yang akan dibangun. Ini proyek besar,’’ katanya.

Lewat rel tersebut jarak Makkah-Madinah bisa lebih cepat. Hanya sekitar 1,5-2 jam. Padahal jika ditempuh dengan naik bus pada hari normal butuh waktu sekitar 4-5 jam. Bahkan lebih lama saat musim haji. Perjalanan bus bisa mencapai 6-7 jam.

Dengan beroperasinya kereta api cepat jurusan Makkah-Madinah juga bisa mengurangi 40 persen bus yang beroperasi. Armada bus berkurang 40 ribu unit. Karena saat musim haji ada 100 ribu bus yang beroperasi antara Makkah dan Madinah. ‘’Makanya pengangkutan jamaah haji jadi lebih mudah. Baik dari Makkah ke Madinah atau sebaliknya,” ungkap Makki.

Untuk proyek jumbo itu Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia telah mengalokasikan dana sangat besar. Sekitar 30,8 trliiun real. (yog/bersambung)