Hampir dua pekan lalu, persisnya 13 Agustus masa jabatan 45 anggota DPRD Bantul memasuki tahun keempat. Jabatan anggota DPRD periode 2014-2019 tinggal tersisa setahun lagi. Di penghujung jabatan pimpinan DPRD Bantul berkomitmen menuntaskan berbagai agenda kedewanan. Sekalipun bebarengan dengan tahun politik.

Wakil Ketua I DPRD Bantul Nur Subiyantoro mengatakan, bukan perkara gampang ketika memasuki tahun politik. Tenaga dan pikiran setiap anggota dewan bakal terkuras untuk mempersiapkan berbagai keperluan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Apalagi, Pileg 2019 bebarengan dengan pemilihan presiden.

”Nah, yang dibutuhkan adalah kedewasaan sikap,” tegas Nur di ruang kerjanya, Senin (27/8). Yang dimaksud dengan kedewasaan adalah tanggung jawab terhadap sumpah. Ya, seluruh anggota dewan 13 Agustus 2014 lalu disumpah mengabdi sebagai wakil rakyat. Sesuai dengan masa jabatannya. Yakni, lima tahun.

Melihat hal itu, politikus Partai Gerindra ini mengingatkan bahwa tidak ada alasan bagi setiap wakil rakyat mengingkari sumpah dan komitmennya. Atas dasar itu pula, kesibukkan mempersiapkan berbagai keperluan kampanye tidak dapat dijadikan alasan absen dari berbagai agenda kedewanan. Begitu pula dengan kesibukkan bertemu konstituen.
”Semua ada waktunya,” ucapnya.

Sebagai unsur pimpinan, Nur melihat kedisiplinan sebagian koleganya di parlemen menurun. Terutama dalam setahun terakhir. Tidak sedikit anggota dewan yang sering absen. Saking parahnya, berbagai agenda rapat paripurna (rapur) kerap molor. Itu lantaran tidak sedikit anggota absen saat rapur yang mengharuskan kuorum tersebut. Bahkan, di antaranya ada yang harus ditunda dan dijadwalkan ulang.

”Padahal, saya sering mengingatkan melalui grup Whatsapp sebelum rapur dimulai,” tuturnya.

Dari pengamatannya, penurunan kedisiplinan anggota dewan nyaris terjadi saat di penghujung masa jabatan. Faktornya beragam. Terbanyak adalah karena kesibukkan di luar. Menurutnya, mayoritas koleganya beralasan sibuk bertemu dengan konstituen. Kendati begitu, Nur berpendapat bertemu dengan konstituen seharusnya sejak awal kala menjabat. Bukan di penghujung jabatan. Toh, rutinitas di kantor DPRD tak menghalangi untuk bertemu dengan warga.

”Ketika ngantor, rapur bisa cepat terlaksana, sehingga bisa lebih cepat pulang dan bertemu konstituen,” harapnya.

Karena itu, politikus yang tinggal di Dusun Kanggotan, Wonokromo, Pleret ini meminta seluruh koleganya kembali on the track. Toh, masyarakat dapat menilai sendiri kualitas sekaligus tanggung jawab para wakilnya. (*/zam/mg1)