Dinsos Sleman Luncurkan Program Lasamba

SLEMAN – Layanan Sambang Masyarakat (Lasamba) merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Sleman sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan sosial. Sasarannya adalah masyarakat yang tidak mampu dan membutuhkan bantuan sosial. Karenanya harus dilakukan upaya jemput bola.

Kepala Dinsos Sleman Sri Murni Rahayu menuturkan program ini bertujuan untuk mendekatkan layanan dengan menyambangi warga di rumah. “Jadi pemerintah hadir untuk warga yang misalnya tidak mampu dan membutuhkan biaya kesehatan, pendidikan atau masalah sosial lain,” kata Sri di sela peluncuran program Lasamba di Desa Sukoharjo Ngaglik, Senin (27/8).

Pada pelaksanaannya hingga Juli 2018, program ini telah memberikan bantuan kepada 77 keluarga yang membutuhkan. Jenis layanan yang diberikan, meliputi pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang tidak bisa datang langsung ke dinsos. “Misalnya ada warga yang membutuhkan alat bantu disabilitas dan biaya kesehatan ataupun pendidikan, kami bantu,” bebernya.

Sri Murni mengatakan pihaknya juga turut bekerjasama dan meminta dukungan dari berbagai pihak. Itu agar percepatan salah satu program yang ditargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan menjadi 8 persen pada 2021 segera terlaksana. “Kami didukung dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos Sleman yang tersebar di 17 kecamatan,” kata dia. Komposisi TRC Dinsos terdiri dari 25 orang yang terdiri dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan pendamping PKH.

TKSK mempunyai fungsi identifikasi inventarisasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS), mengembangkan dan koordinasi jejaring sosial di kecamatan, melaksanakan bimbingan penyuluhan sosial. “Kalau Lasamba ini salah satunya melibatkan TKSK dan untuk alokasi dana kami memakai APBD,” tuturnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mengatakan program ini diharapkan bisa menurunkan tingkat kemiskinan. Selain itu, dia berharap agar masyarakat juga turut aktif untuk memberikan laporan kepada dinas terkait jika ada yang membutuhkan. “Kan pada Lasamba ini ada nomer telfon yang bisa dimanfaatkan warga untuk melapor, dan saya tegaskan ini dibuka 24 jam,” tegasnya.

Salah seorang warga, Ibu Jawadi mengaku senang bisa mendapatkan bantuan Rp 5 juta dari program jaring pengaman sosial (JPS) Kesehatan. “Bagi saya ini sangat membantu,” katanya. (har/din/mg1)