SLEMAN – Gebyar Batik Sleman (GBS) 2018 digelar untuk mendukung Jogja International Batik Biennale (JIBB) Oktober mendatang. GBS ditutup Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ Tri Saktiyana di Hotel Alana, Minggu (26/8).

Saktiyana berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara gelaran Disperindag DIJ dan Dekranasda DIJ tersebut. ‘’Semoga JIBB 2018 juga menuai kesuksesan yang sama,’’ ujar Saktiyana.

Gelaran tersebut, kata Saktiyana, sebagai upaya mempertahankan Jogja sebagai kota batik dunia (world batik city). ‘’GBS dikunjungi 1.800 orang dari beberapa daerah. Total pemasukan Rp 60.000.000,” ujarnya.
Ketua Umum JIBB 2018 Tazbir mengatakan GBS merupakan rangkaian road to JIBB 2018 yang dilaksanakan di setiap kabupaten/kota. Selain pameran batik dan lomba fashion show, acara dimeriahkan talkshow, workshop dan bazar batik.
“Sleman menjadi tempat road show kedua setelah Gunungkidul,” kata Tazbir.

Selanjutnya roadshow digelar di Bantul pada Jumat-Minggu (31/8-2/9). Pemenang lomba desain busana batik diraih Ngatinah (Margoagung, Seyegan), disusul Henny Tri (Kutu Patran, Mlati), Susanti (Triharjo, Sleman). Juara harapan I diraih Ilham Cahyo Nugroho (Sariharjo, Ngaglik), disusul Hastin Solikhah (Nogotirto, Gamping), dan Luky Nur Meilia (Sinduadi). (sce/nn/iwa/mg1)