PURWOREJO – Berada di tempat yang penuh dengan keterbatasan, tak membuat anak-anak di Watudhuwur, Bruno, Purworejo patah semangat. Mereka tetap memiliki semangat untuk belajar. Kendati begitu, motivasi dan dorongan positif tetap mereka butuhkan.

“Kami mengadakan Traveling and Teaching (TNT) pada 24 sampai 26 Agustus di MI NU Watudhuwur, Bruno, Purworejo,” ujar Ketua 1000 Guru Jogja Sandi Pradana.

Kegiatan tersebut, lanjutnya, sengaja dilakukan di luar Jogja, yakni di Purworejo. Sebab di sana masih ada sekolah membutuhkan bantuan.

“Dari bangunan sekolah MI NU Watudhuwur ini sangat memprihatinkan, ada beberapa bagian kelas yang hanya ditutupi terpal, dan fasilitas kelas pun jauh dari kata cukup,” ujar Sandi.

Selain itu, masyarakat sekitar sekolah dalam hal ekonomi masih dibawah rata-rata. Sehingga, untuk kebutuhan bagi anak-anak dalam hal pendidikan juga tidak tercukupi.

“Banyak siswa yang tidak memiliki alat-alat tulis yang baik, seperti buku, pensil, dan juga tas,” ujar Sandi.

Kegiatan TNT ke-15ini dari beberapa kegiatan, di antaranya mengajar di kelas dengan materi yang sudah disusun sesuai dengan latar belakang volunteer, yakni ada yang dokter, fotografer, pengusaha, dan mahasiswa.

“Isi materi kelas berupa motivasi, agar para siswa ini meskipun berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah, mereka harus mampu mewujudkan cita-citanya. Juga mengejar pendidikan setinggi mungkin,” imbuh Sandi.

Kepala MI NU Watudhuwur Watiyo turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Watiyo juga berharap, kegiatan serupa dapat ditularkan kepada anak-anak muda Indonesia yang lainnya.

“Kegiatan seperti ini sangat positif, anak-anak banyak mendapatkan ilmu baru, dan juga mendorong motivasi siswa untuk mengejar cita-citanya setinggi mungkin,” ucap Watiyo.

Selain memberikan materi kelas, dalam acara tersebut juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dan gratis, dan memberikan bantuan berupa tas, alat tulis, serta kebutuhan kelas lainnya kepada siswa dan sekolah. (ila)