JOGJA – Peduli pada para korban bencana gempa Lombok, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) membentuk Posko Kesehatan di desa Salut Bayan Lombok Utara.

UNRIYO mengirim sebanyak sembilan orang tim relawan kesehatan yang terdiri dari dosen pada program Studi Keperawatan dan Ners, Kebidanan, Fisioterapi dan Kesehatan Masyarakat. Mereka telah diberangkatkan sejak senin lalu (20/8).

Tim yang diketuai oleh Nazwar Hamdani Rahil, S.Kep., Ns., M.Kep. itu terdiri dari dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu Siti Fadlilah, S.Kep., Ns., MSN, Paulinus Deny Krisnanto, S.Kep., Ns., M.Kep, Khairul Imam, S.Kep., Ns., M.Fis, DewiSetyaningsih, S.SiT., M.P.H, Maratusholikhah Nurtyas, SST.M.Kes, dan Azir Alfanan, S.K.M., M.Sc.

Tim kesehatan membawa logistik untuk operasional Posko seperti, genset, tenda, alat telekomunikasi dan peralatan medis serta obat-obatan penunjang. Bantuan yang dibawa berasal dari sumbangan Yayasan dan Civitas Akademika UNRIYO.

Selain itu sejumlah media atau alat untuk terapi trauma healing bagi anak-anak juga disiapkan. Untuk menunjang mobillitas tim di lapangan, UNRIYO juga mengirim dua mobil operasional sehingga selain di posko, para relawan juga dapat membantu di kamp-kamp pengungsi.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNRIYO Dr. Fransiska Lanni, MS. yang mengkoordinir kegiatan ini mengatakan, tim relawan Kesehatan UNRIYO akan bertugas selama 10 hari. “Kemudian akan digantikan oleh tim kedua secara bergantian. Sesuai situasi, kondisi dan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Menurut dia kehadiran tim relawan UNRIYO disambut hangat oleh aparat desa dan masyarakat setempat. Tim langsung membantu membuat MCK bagi relawan dari reruntuhan puing-puing bangunan, pengadaan air bersih dan menjaga keamanan. “Juga member perlindungan kepada para relawan dalam menjalankan tugasnya,” urainya.

Selama beroperasi, Fransiska Lanni menjelaskan, selain para dosen, Posko Kesehatan UNRIYO dibantu oleh para perawat, bidan, Ahli Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Ahli Gizi Alumni UNRIYO yang berada di Lombok Utara dan Lombok Timur.

“Diharapkan kedepan setelah tim relawan dosen kembali ke Jogja, posko kesehatan tetap berjalan dengan digerakkan para alumni,” katanya. (*/pra/mg1)