JOGJA – Setelah merilis single Tentang Hati Resah (THR), yang terinspirasi letusan freatik Merapi, Juni lalu Paralakon merilis single kedua yang berjudul Satu Merah Putih (SMP). Singel ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-73.

Paralakon bukanlah band tapi sebuah wadah kolaborasi musik, audio dan visual. Paralakon beranggotakan Duen Getso sebagai penulis lirik dan vokalis, Ardie Boy menjadi arranger, Jati Biru sebagai sound engineer, drummer dan Satatagama bertugas sebagai sinematographer.

Dalam single SMP yang dirilis pada 17 Agustus 2018 lalu itu, Paralakon tetap mengedepankan tema alam, manusia dan budaya. Terutama keberagaman kondisi alam, karakteristik manusia dan budaya Indonesia untuk tampilan di YouTube. “Yang kami tampilkan merupakan representasi yang khas dari beberapa daerah di Indonesia,” kata Duen, Sabtu (25/8).

Duen menambahkan single SMP lahir karena kegelisahan terkait minimnya karya musik saat ini yang mengusung tema tentang Indonesia. Juga tema yang berkembang dan sering muncul terkait sisi negatif Indonesia. Terakhir adalah momentum HUT ke-73 tahun Kemerdekaan Indonesia. “Paralakon ingin memberikan kado spesial bagi negeri yang kita cintai. Sebuah kado yang tidak mahal namun berkesan positif,” ujarnya.

Terkait dengan nuansa perjuangan yang juga divisualisasikan dalam video lirik SMP, Duen menjelaskan, keberadaan Indonesia tentunya tidak bisa dilepaskan dari sejarah heroik ketika masa-masa perang kemerdekaan. ” Mereka rela menanggalkan ego kedaerahan demi memperjuangkan satu kesatuan tujuan,” kata Duen. (sky/pra/mg1)