SLEMAN – Sebanyak 14 kelompok informasi masyarakat (KIM) Sleman mengikuti lomba pertunjukan rakyat KIM di Taman Kuliner Condongcatur, Sabtu (25/8). Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan fungsi dan menggugah semangat KIM.

“Supaya KIM betul-betul berfungsi di masyarakat,’’kata Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di sela acara. Menurutnya, kalau misalnya setiap desa mempunyai satu KIM saja, di Sleman bisa mempunyai 86 KIM. Selaras dengan visi Kabupaten Sleman yang mandiri dan berbudaya, kegiatan ini mengangkat budaya tradisional lokal. Konsepnya perpaduan teater, musik, dan tari.

Dijelaskan, fungsi KIM sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat yang paling ujung hingga pemerintah kabupaten. Selain itu untuk menanggulangi dampak negatif teknologi informasi. “Supaya menjadi daya tarik desa-desa yang lain agar tergugah,” tambahnya.

Menurutnya, KIM mestinya tidak hanya eksis di kalangan usia tua. Dia lebih berharap pada generasi muda untuk bisa ikut di dalamnya. Sayangnya anak-anak muda itu mengikuti media sosial tapi untuk kelompok masing-masing, bukan untuk masyarakat.

Dengan adanya KIM, diharapkan tidak perlu terjadi gesekan penduduk pendatang dengan penduduk setempat. Karena dapat mewadahi semua informasi terkait kebutuhan maupun kejadian yang ada di masyarakat. Apalagi masyarakat Sleman yang terdiri dari berbagai tingkatan ekonomi, sosial, pendidikan, dan agama. “Ada berita dari luar, kalau melalui KIM akan diluruskan,” tandasnya.

Salah satu penampil yakni KIM Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik menampilkan “Urip Tentreming Brayan”. Terdiri dari lima penari, empat tokoh dialog, dan satu penabuh. “Kami semua berusia 40 tahun ke atas,” ujar Sulastri, salah satu penarinya.

Pertunjukan mereka berkisah tentang pertengkaran rumah tangga Paijo. Karena hidup tidak berkecukupan, akhirnya istrinya menjadi TKW. Kemudian keduanya dibantu mediasi oleh ketua RT dan lurah, dan menyadari bahwa kerukunan adalah hal yang paling utama. “Ini kami sesuai tema yang Sleman Guyub Rukun, intinya hidup rukun dalam berdampingan, keluarga, tetangga,” tandasnya. (tif/din/mg1)