Memaknai Pancasila bisa dimulai dari hal-hal kecil. Seperti kata Wakil Ketua OSIS SMA Stella Duce 2 Clara Thineza, yang mengatakan anak muda jangan terjebak untuk mengamalkan Pancasila pada hal-hal besar saja. Tapi harus kritis, di dalam kelas sekalipun. Pancasila juga harus diimplementasikan.

Menurut dia Pancasila sebagai dasar hidup dalam segala aktivitas bermasyarakat di lingkungan sekitar. Termasuk lingkungan sekolah. Para pelajar menghabiskan mayoritas waktunya di bangku sekolah. “Jadi cara kita mengamalkan Pancasila ya dari lingkungan sekolah itu sendiri,” ungkap dara berketurunan Kupang Gunungkidul itu.

Gadis yang biasa disapa Ezi itu mencontohkan, pengamalan sila kedua Pancasila yang berbunyi, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Buatnya implementasi atas sila itu adalah menghargai segala hak milik orang lain.

“Contohnya sederhana, yaitu menjaga ketertiban selama kegiatan belajar. Kita jangan terlalu sering bicara sendiri atau membuat situasi kelas tidak kondusif saat pelajaran,” jelasnya.

Ezi mengatakan semua siswa dalam kelas punya hak untuk mendapatkan ilmu dengan baik. “Kalau kita gaduh, kita sama saja tidak menghargai hak mereka,” tambahnya.

Sebagai Wakil Ketua OSIS Ezi juga selalu mengajak teman-temannya untuk menjadi pribadi yang terbuka. Terbuka dengan perbedaan karena di SMA Stella Duce 2, para siswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami semua para kakak kelas yang sudah lebih senior disini enggak boleh punya sikap arogan pada junior. Mereka berasal dari berbagai tempat di Indonesia,” ungkapnya.

Jelas mengamalkan Pancasila dalam kehidupan anak muda saat ini tidak mudah. Semua orang belajar memahami dan mengimplementasikan Pancasila. Kedepan menurut Ezi jika masyarakat dapat mengamalkan Pancasila niscaya kehidupan masyarakat akan sejahtera. Sebab ada rasa saling menghargai hak dan kewajiban dalam hidup sehari-hari. (*/ata/pra/mg1)