53 Tukik dari Sarang Terakhir
Musim Ini Dilepasliarkan

BANTUL – Sebanyak 53 tukik atau anak penyu jenis lekang dari sarang terakhir musim ini, dilepasliarkan di Pantai Baru, Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul, Jumat (24/8) sore. Pengunjung yang datang dibagikan secara gratis oleh Kelompok Pemuda Peduli Penyu Pandansimo (KP4) sebagai tim konservasi penyu.

“Tukik ini baru berusia tiga hari dari sarang terakhir musim ini. Indukan penyu bertelur dari mulai bulan Mei hingga Agustus,” ujar ketua KP4 Iwan Fahmi. Fahmi menceritakan telur-telur penyu yang ditetaskan itu mereka dapat dari pemburu (warga) yang menyerahkan kepada tim konservasi.

Sejak 2010 mereka sering menyita penyu indukan hasil buruan warga dan mengganti uang sebesar Rp 150 ribu. Semakin hari KP4 sepakat tidak mengganti dengan uang tapi warga yang menyerahkan suka rela dengan sistem kearifan lokal. Artinya warga yang tidak menyerahkan dan mengonsumsi indukan penyu, akan dikucilkan warga sekitar.

“Kalau sekarang mereka memburu telur dan kami ganti satu butirnya seribu rupiah. Bukan maksud kami dijualbelikan, kami hanya memberikan upah saja kepada warga yang mau menyerahkan telur-telur penyu,” ungkap Iwan.

Tujuan KP4 melakukan konservasi karena menyadari jumlah penyu indukan semakin sedikit. Beberapa tahun sebelumnya penyu yang melakukan pendaratan dan bertelur di pantai bisa puluhan, sekarang hanya ada sekitar 12-18 indukan.

“Selain melindungi telur penyu, kami juga sering melakukan penyisiran setiap malam pada bulan-bulan tersebut. Untuk memantau para pemburu dan menyelematkan telur yang mungkin terkena abrasi,” tuturnya.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku belum bisa sepenuhnya menghentikan penyelundulan telur penyu. Ini karena tidak ada pihak berwajib atau petugas dari kedinasan terkait yang membantu pelestarian dan memberikan sanksi kepada pemburu.

Sore itu pengunjung Pantai Baru sangat antusias melepaskan tukiknya masing-masing. Mereka memberikan nama dan mendoakan agar 25 tahun kemudian mereka bisa menjadi indukan dan kembali ke pantai tersebut.

Salah seorang pengunjung, Bernadeta Septiana Dwi, mengaku senang bisa ikut melepasliarkan tukik-tukik itu. “Seneng banget ya, mereka lucu sekali, kecil-kecil. Sebagai pecinta alam, saya mendukung sekali kegiatan konservasi seperti ini. Semoga bisa berkembang semakin baik dengan dibarengi dukungan pemerintah daerah,” ujarnya. (ita/laz/mg1)