Volume Kubah Lava
Baru Gunung Merapi
32 Ribu Meter Kubik

JOGJA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIJ terus memantau pertumbuhan kubah lava baru Gunung Merapi. Tercatat hingga Sabtu (25/8) volume kubah lava itu mencapai 32 ribu meter kubik. Pertumbuhan harian fluktuatif, mencapai 6.000 meter kubik per hari.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida meminta agar masyarakat Jogjakarta tidak panik. Dia memastikan pertumbuhan kubah lava terpantau selama 24 jam setiap harinya. Informasi terbaru akan terus diberikan melalui portal resmi BPPTKG.

“Kubah lava akan terus tumbuh dan ini fase normal. Kami tidak dapat memperkirakan secara eksakta. Kami imbau agar memantau informasi resmi untuk menghindari hoax,” jelasnya, Sabtu (25/8).

Terkait tipikal erupsi Gunung Merapi, terdapat beberapa fase. Momentum inilah yang menjadi pertimbangan menentukan status terbaru. Ditambah pula data pengamatan melalui kamera pemantau CCTV dan pendeteksi kegempaan.

Hanik mengungkapkan, salah satu gunung api teraktif di dunia ini memiliki karakter unik. Fase erupsi memiliki durasi dan tipikal yang berbeda. Salah satunya adalah tahun 2010 yang mengeluarkan volume material sangat besar.

“Rentang erupsi yang terjadi tidak bisa dibandingkan, sehingga tetap ditunggu perkembangannya. Erupsinya memang seperti itu, tapi secara kecepatan dan lain sebagainya itu beda-beda,” katanya.

Berdasarkan pemantauan BPPTKG ada peningkatan aktivitas. Terbukti aktivitas kegempaan low frequency (LF) dan guguran intensif terjadi. Kondisi ini terpantau semenjak awal bulan Agustus lalu.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG DIJ Agus Budi Santoso memastikan, fase tersebut adalah aktivitas wajar. Terlebih setelah munculnya kubah lava baru. Fase itu pertanda ada peningkatan magmatik. “Masih dalam fase pertumbuhan, bahkan ada pertambahan volume dari hari ke hari. Hanya saja pergerakan per hari fluktuatif,” jelasnya.

Dalam data per 25 Agustus disebutkan, volume pergerakan harian 6.000 meter kubik per hari. Perbandingan data 24 Agustus, pergerakan mencapai 2.600 meter kubik per hari. Tercatat pula lonjakan volume total dari 26 ribu meter kubik menjadi 32 ribu meter kubik.

Terkait tipikal erupsi, diprediksi secara efutif. Meski tingkat erupsi tidak sebesar 2010, tetap perlu waspada. Salah satunya munculnya awan panas atau wedhus gembel. Warga daerah perlintasan tentu wajib meningkatkan kewaspadaan.
Untuk itu BPPTKG DIJ akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Tujuannya untuk memberikan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Selain menghindari hoax, juga membantu manajemen dan mitigasi bencana.

“Kalau kubah lava tidak stabil, bisa terjadi longsor dan mengakibatkan awan panas atau wedhus gembel. Untuk saat ini berdasarkan pemantauan, kubah lava masih stabil dan pertumbuhannya juga masih rendah,” ujarnya. (dwi/laz/mg1)