Uji Coba, PSS Sleman
Kalahkan PSIS 2-0

SLEMAN – Dua gol winger PSS Sleman Rangga Muslim Perkasa (30′, 41′) sudah cukup membuat malu tim Liga 1 PSIS Semarang dalam laga persahabatan yang berkesudahan 2-0 di Stadion Maguwoharjo tadi malam (26/8). Ya, laga beda kasta kedua tim menjadi gengsi tersendiri antara tim asal DIJ dan Jawa Tengah.
Meski lawan yang dihadapi berasal dari kasta tertinggi Liga Indonesia, secara penampilan skuad Elang Jawa cukup dominan menguasai jalannya laga.

Menurunkan kerangka tim dengan komposisi materi pemain yang baru, PSS Sleman tampil cukup mendominasi di awal babak pertama.
Mengandalkan penyerang Cristian Gonzales yang disokong dua winger Slamet Budion dan Rifal Lastori, PSS bahkan berkali-kali membuat repot barisan pertahanan skuad Mahesa Jenar. Rangga sebenarnya tampil dari bangku cadangan menggantikan Slamet Budiono yang cedera pada pertengahan babak pertama. Kehadiran eks pemain PSIM Jogja dan Persebaya ini memberikan perubahan positif pada permainan Elang Jawa.

Tuah dari pemain asal Bima ini pecah pada menit ke-30 usai tendangan keras dari luar kotak penalti sukses memperdaya Jandia Eka Putra. Alih-alih memperkecil kedudukan, PSIS Semarang justru kembali kebobolan menjelang akhir babak pertama. Lagi-lagi sepakan keras Rangga dari luar kotak penalti menghujam mulus ke jala PSIS.

Di babak kedua, Asisten Pelatih Danilo Fernando melakukan perombakan pada komposisi pemainnya. Begitu juga dengan Jafri Sastra, yang melakukan perubahan komposisi. Namun, hingga 90 menit laga, skor 2-0 tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah.

Kemenangan PSS sendiri harus dibayar mahal dengan cederaya Slamet Budiono. Ini membuat komposisi skuad Elang Jawa semakin tipis akibat cedera yang menimpa sejumlah. “Badai cedera tengah menimpa kami. Habis laga tadi Budi cedera, kondisinya seperti apa saya belum tahu. Total ada lima pemain kami yang cedera,” jelasnya.

Melihat hasil pertandingan secara keseluruhan, Danilo cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Terutama progres dari pemain anyar Rian Maizar dan Taufiq Febri yang bermain sebagai starting eleven. “Rian bagus, kalau Febri masih butuh adaptasi. Secara keseluruhan sudah ada chemistry antara pemain baru dan lama,” kata Danilo.

Sementara Asisten Pelatih PSIS Dwi Setyawan berkilah kekalahan timnya kali ini akibat belum memiliki waktu berlatih yang cukup setelah libur selama 10 hari. Akibatnya, fisik dan sentuhan pemain pun kurang maksimal. “Apalagi kami juga baru ditangani pelatih baru (Jafri Sastra, Red), sehingga masih butuh proses adaptasi,” jelasnya. (bhn/laz/mg1)