SLEMAN-Tidak pernah terbayang di benak Erista Retnaningcatur Pangesty untuk berjualan kue atau bahkan brownies. Karena memang wanita satu ini mengaku tidak bisa memasak.”Karena memang jarang dapur dan jarang memasak,’’ ujarnya santai.

Namun semua itu berubah ketika dia berkeinginan memberikan sesuatu yang istimewa kepada teman dekatnya yang sedang mengikuti sidang skripsi. Kemudian dia berfikir ingin memberikan makanan atau kue yang dibuatnya sendiri. ”Karena ingin yang lebih spesial, saya berinisiatif membuat brownies,’’ ujar perempuan yang akrab disapa Acha ini.

Belajar dan terus mencoba resep dia lakukan. Termasuk belajar lewat tutorial di YouTube dan memraktikkannya. Dengan waktu yang cukup lama akhirnya dia bisa membuat brownies dan diberikan kepada temannya. Ternyata respons positif ditunjukkan teman-temannya. Mereka mendorong Acha untuk memroduksi kue ini. Inilah cikal bakal yang akhirnya dia patenkan menjadi merek Acha- Kitchen.

Respons dan dorongan dari teman-temannya inilah yang akhirnya menjadi semangat Acha untuk memberanikan diri memroduksi kue ini. Sebagai tahap awal, dia memasarkannya lewat media sosial. Dan ternyata mendapat respons bagus dari konsumen.”Saya semakin bersemangat,’’ tegasnya.

Nah, Acha semakin bersemangat untuk mengembangkan usaha yang diawali dengan modal Rp 200 ribu ini. Dia pun mulai memperbaiki rasa dan tampilan produknya untuk menarik konsumen. Untuk penjualan awal, dilakukan dengan cara pre order (PO). Namun seiring berjalannya waktu brownies ini dijual dengan cara online. ”Alhamdulillah, dengan usaha ini saya bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan bisa membantu orangtua,’’ tegasnya.

Nur Azizah salah seorang konsumen Acha Kitchen menyukai brownies buatannya Acha ini karena rasanya yang berbeda. Selain itu rasanya tidak terlalu manis, sehingga masih bisa dinikmati semua kalangan. (cr8/din/mg1)