Purworejo Miliki Desa Percontohan Kerukunan Umat Beragama

PURWOREJO – Disebut sebagai Indonesia kecil karena warganya memiliki keyakinan berbeda dan nyaris lengkap di antara agama dan kepercayaan, Desa Kemanukan ditasbihkan sebagai Desa Percontohan dan Desa Kerukunan Umat Beragama oleh Forum Kerukunan Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo. Difasilitasi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Kementerian Agama (Kemenag), langkah itu akan menjadi contoh bagi wilayah yang lain, khususnya di Purworejo.

Pencanangan pada akhir pekan lalu ini dihadiri langsung Bupati Purworejo Agus Bastian, Wakil Bupati Yuli Hastuti, Sekjen FKUB Jawa Tengah Sahlan Taslim, perwakilan Kesbangpol Jateng, Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, Kepala Kantor Kesbangpol Purworejo Bambang Gatot Seno Aji, Kepala Kemenag Bambang Sucipto, anggota FKUB, sejumlah tamu undangan dan warga setempat.

Ketua FKUB Purworejo KH Junaidi Jazuli mengungkapkan, di Kemanukan yang menjadi bagian Kecamatan Bagelen itu warganya memiliki perbedaan keyakinan. Mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu hingga Penghayat Kepercayaan. Selama hidup berdampingan, nyaris tidak pernah ada riak soal perbedaan keyakinan.

“Kami melakukan pengamatan terlebih dahulu sebelum memutuskan menggelar pencanangan ini. Jadi ini tidak serta merta membuat desa percontohan dan desa kerukunan umat beragama,” jela Junaidi.

Dikatakan, secara geografis desa tersebut berada di wilayah perbatasan, di mana relatif lebih maju dibandingkan wilayah lain. Warga dinilainya tetap eksis menjaga kondusivitas dalam perbedaan, sehingga tidak terbentur dengan budaya negatif.

“Di sini tingkat pendidikannya juga cukup baik, banyak yang bergerak di bidang pendidikan. Namun sebagai wilayah perdesaan, tetap yang terbesar adalah warga petani yang mana mereka menjalankan peribatan dengan nyaman tanpa ada masalah,” jelasnya.

Sekjen FKUB Jateng Sahlan Taslim mengapresiasi adanya desa percontohan dan desa kerukunan umat beragama itu. Diakui, keberadaan desa itu sangat penting di era saat ini, dan di Jawa Tengah baru terbentuk di Purworejo. “Hal seperti ini yang selalu menjadi impian kami di FKUB Jawa Tengah,” kata Sahlan.

Sahlan mengatakan, FKUB Jateng sudah menerbitkan dua buku tentang kerukunan umat beragama yakni Kedewasaan Beragama dan Menyemai Kerukunan Umat Beragama. Apa yang ditulis dalam buku itu, isinya nyaris sama dengan yang terjadi di Desa Kemanukan.

“Saya rasa munculnya buku itu dari sini (Kemanukan, Red). Di sini benar-benar real dan saya meyakini apa yang ditulis itu lahirnya dari sini,” ungkap Sahlan.
Bupati Agus Bastian menyampaikan, kerukunan dan kondusivitas hidup beragama tidak terlepas dari tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di lingkungan tersebut. Mereka menjadi sosok luar biasa yang mampu merangkul semua elemen agama dan hidup berdampingan tanpa saling mengganggu.

“Ini layak dicontoh oleh desa-desa lain di Kabupaten Purworejo dan saya yakin dengan terciptanya suasana seperti ini, kebahagiaan yang diidamkan itu akan terwujud,” kata bupati. (udi/laz/mg1)