KOMPLEKS Abras Al Bayt persis berada di depan Masjidil Haram ramainya bukan main. Ya hotelnya, ya malnya. Semua saling menyambung antara satu hotel dengan hotel lainnya. Satu mal dengan mal yang lain dalam satu kompleks strategis persis menghadap Masjidil Haram.

Dalam kompleks Abras Al Bayt yang berada di sisi selatan Kakbah itu berdiri, antara lain, bangunan Zam-Zam Grand Hotel, Swis Hotel, Fair Mont Hotel, Moffenpick Hotel, Rafles Palace, Reyhand Hotel, serta Reetach Hotel. Rata-rata hotel atau bangunan cukup tinggi. Umumnya di atas 30 tingkat. Hasil keuntungan hotel, pertokoan, dan mal di kompleks Abras Al Bayt semuanya diwakafkan untuk pemeliharaan dan perawatan kompleks Masjidil Haram. Itu sesuai amanat raja Saudi Arabia sebelumnya, Raja Abdul Aziz, yang sudah meninggal.

‘’Jadi, bisa dibayangkan betapa besarnya pemasukan dari kompleks hotel dan mal yang disumbangkan untuk perawatan dan pemeliharaan Masjidil Haram,’’ kata Makki M. Djaelani, mukimin yang sudah 20 tahun tinggal di Saudi Arabia.

Dibandingkan hotel lain di sekitar kawasan Masjidil Haram, hotel yang berada di kompleks Abras Al Bayt sangat favorit bagi jamaah. Selain jaraknya paling dekat dengan Masjidil Haram, umumnya kamar hotel menghadap Kakbah.

Dari kamar hotel tempat menginap, jamaah bisa menyaksikan dari atas padatnya halaman Masjidil Haram sesaat dan usai bubaran salat wajib. Juga jamaah berdesak-desakan saat tawaf nonstop 24 jam itu. ‘’Ini kelebihan hotel di sini (kompleks Abras Al Bayt) yang tidak dimiliki hotel di daerah lain,’’ ucapnya.

Pemandangan itu juga penulis saksikan saat menginap di kamar Fair Mont Hotel lantai 10. Di kamar yang view-nya menghadap Masjidil Haram itu penulis bisa melihat menyemutnya jamaah sedang tawaf atau lalu lalang. Jutaan orang keluar masuk kompleks Masjidil Haram. Soal tarif jangan ditanya lagi. Tentu sedikit lebih mahal dari hotel umumnya. Jamaah harus melakukan pemesanan lebih dulu. Apalagi saat musim haji atau Ramadan.

Saat musim haji tarif hotel biasanya dijual per paket. Satu kamar bisa dihuni selama seminggu. Harganya antara Rp 14 juta hinga Rp 20 juta. Tapi, kalau di luar musim haji harganya lebih murah.

Proyek renovasi Masjidil Haram menelan anggaran hingga Rp 920 triliun. Dana sebesar itu termasuk untuk membangun gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel-hotel baru di Makkah.

Di sebelah barat ada super blok Jabal Umar yang menyatu dengan Jabal Khandama. Super blok Jabal Khandama berupa bangunan-bangunan apartemen pencakar langit, hotel bintang lima, dan mal. Sedangkan super blok Jabal Umar terdiri atas rumah tinggal, pusat perbelanjaan, dan hotel. Ada ruang terbuka yang bisa dipakai salat 200 ribu jamaah mengikuti imam di depan Kakbah. (yog/bersambung)