PEMERINTAH Saudi Arabia di bawah Raja Abdullah bin Abdul Aziz mencanangkan pengembangan Masjidil Haram (MH) agar bisa menampung jamaah lebih banyak. Ribuan rumah sekitar MH dibongkar. Juga puluhan hotel.

Bukit cadas dikepras, disulap jadi apartemen mewah, mal, dan hotel berbintang.
Ahad (13/11/2011) menjelang salat Isya, beberapa pekerja perluasan Masjidil Haram di sebelah utara masjid dekat kawasan Jarwal tampak tergopoh-gopoh keluar dari lingkungan proyek berpagar kawat. Mereka lalu menuju tempat wudu. Setelah itu masuk kembali ke kompleks pembangunan masjid.

Begitu terdengar iqomah mereka pun mencari tempat di sela-sela bangunan yang ada. Ada yang salat di atas beton atau kayu. Pokoknya, apa yang bisa dipakai tempat salat mereka gunakan.

‘’Para pekerja peluasan Masjidil Haram bekerja 24 jam secara bergantian. Mereka salat berjamaah begitu mendengar azan,’’ kata Ustad Muzzaky, seorang pembimbing haji Indonesia.

Ya, jalan dari Masjidil Haram menuju kawasan Jarwal tampak kotor. Maklum di sampingnya sedang ada proyek perluasan Masjidil Haram. Jalan dengan lokasi proyek hanya dibatasi seng. Sebagaian terlihat lubang hingga jamaah yang lewat bisa menyaksikan pondasi dan besi-besi beton.

Dari jauh beberapa derek raksasa, alat berat tampak berjejer di bangunan yang sebagaian sudah setengah jadi itu. Juga tampak dua menara yang sudah berdiri kokoh. Sedangkan di bawah bangunan tadi banyak besi beton berukuran besar belum dicor. Juga truk troton, alat berat mondar-mandir sepanjang hari.
‘’Seluruh bangunan itu nantinya kalau sudah selesai akan menyambung dengan komplek Masjidil Haram,’’ kata Makki M Djaelani, mukimin yang sudah 20 tahun tinggal di Saudi Arabia.

Ya, sejak beberapa tahun lalu Raja Saudi Arabia, Abdulah bin Abdul Aziz bertekad memperluas Masjidil Haram agar bisa menampung lebih banyak jamaah. Khususnya saat musim haji. Kini, dengan luas sekitar 365 ribu meter persegi, Masjidil Haram hanya mampu menampung sekitar 2 juta jamaah.

Dengan adanya perluasan masjid di sisi utara, Masjidil Haram bertambah luas sekitar 300 ribu meter persegi. Atau hampir dua kali lipatnya. Dengan demikian jamaah yang bisa ditampung lebih dari 4 juta jamaah.

Itu belum termasuk pembangunan kompleks Jabal Umar dan Jabal Khandama sebelah barat Masjidil Haram.

Di lokasi itu kini berdiri bangunan super blok. Kawasan apartemen mewah, mal, dan hotel berbintang menjulang tinggi. Di kompleks itu ada halaman luas menyambung ke Masjidil Haram.

Perluasan Masjidil Haram berawal meningkatnya jumlah jamaah haji tiap tahunnya. Saat itu sebagian jamaah tidak tertampung di dalam masjid, bahkan di halaman masjid sekalipun.

Banyak jamaah terpaksa salat di lobi mal dan hotel di sekitar Masjidil Haram. Terutama saat jamaah mencapai puncak haji.

Melihat kondisi seperti itu, raja Arab Saudi pun berinisiatif memperluas Masjidil Haram. Karena itu sejak 2008 seribuan rumah warga di sisi utara Masjidil Haram digusur. Pasar Seng dirobohkan. Juga beberapa hotel terkenal.

Seperti Hotel Zahret, Darkum, Talal, Firdus Umrah, dan Firdus Makkah. Bahkan hotel jaringan internasional tanpa ampun ikut tergusur seperti, Hotel Sheraton dan Sofietel.

Perluasaan Masjidil Haram di sisi utara meliputi kawasan Jarwal, Sami’ah, Karara dan kawasan Ma’la. Perluasan sampai kawasan Masjid Kucing.

Sedangkan bekas rumah Nabi Muhhamad SAW tidak sampai digusur. Sebagai gantinya pemerintah Saudi Arabia menjadikan tempat itu sebagai Perpustakaan Makkah. Namun, bangunan tidak direnovasi guna menghindari pengkultusan. Bahkan sehari-harti bekas rumah nabi dijaga askar atau tentara.

‘’Sebagian bangunan memang belum dibongkar. Tapi, saatnya nanti pasti dibongkar. Bahkan ada hotel yang baru selesai dibangun tapi, belum dioperasikan terpaksa ikut dibongkar karena masuk wilayah perluasan Masjidil Haram,’’ tutur Nurul Huda, pembimbing haji jamaah reguler yang sejak 2000 selalu berhaji bersama jamaah yang dipimpinnya.

Masih di utara Masjidil Haram, di belakangnya dibangun berbagai apartemen, mal, dan hotel berbintang.

Perluasan Masjidil Haram hanya mengarah ke sisi utara dan barat. Sebab, di sisi timur berdiri istana raja Arab Sudi yang menempel atau tak jauh dari Masjidil Haram.

Sedangkan perluasan Masjidil Haram ke sisi selatan juga mentok. Karena di situ berdiri banyak hotel dan mal. Salah satunya Grand Zam-Zam, yang di atasnya terdapat Makkah Clock Royal Tower Kerajaan Saudi Arabia. (yog/bersambung)