BUDAYA ngopi semakin trendi dan digemari. Berkumpul bersama teman sembari menyeruput kopi telah menjadi gaya hidup baru. Kedai-kedai kopi berlomba menyuguhkan pengalaman unik bagi penikmat kopi. Salah satunya Kedai Bahasa Kopi.

Dirintis pada November 2016, Bahasa Kopi dibuka di garasi mobil. Letaknya di Gang Gatotkoco 4E, Jalan STM Pembangunan, Mrican, Sleman. Meski kecil, Bahasa Kopi tak pernah sepi pengunjung.

Suasana layaknya rumah menjadi daya tarik tersendiri. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa Bahasa Kopi dibuka di garasi mobil.

COZY: Berawal dari garasi, bisa menciptakan kenyamanan menikmati kopi. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

“Kami ingin membuat suasana homey. Biasanya orang ngobrol di teras rumah atau halaman. Nah, Bahasa Kopi menciptakan suasana tersebut di garasi,” ujar barista Bahasa Kopi Irene Ria Nuringtyas.

Buka pukul 07.00 hingga 18.00, Bahasa Kopi memberi pengalaman menarik penikmat kopi pagi. Pohon rindang dan sulur-sulur tanaman hijau di seberang kedai kerap menjadi spot favorit pengunjung untuk bercengkrama. Mereka yang datang juga bisa melihat proses pembuatan kopi yang dipesan.

Mahasiswa UPN Veteran Jogja Agus Heri Pamungkas mengaku kerap datang ke Bahasa Kopi. “Tempatnya seru dan enak buat nyantai. Biasanya ke sini sepulang kuliah,” ujarnya.

Ada beberapa sajian kopi yang menjadi favorit pelanggan. Ada KBI (Kopi Bahasa Indonesia), yakni kopi susu dengan campuran gula aren. Cocok untuk penikmat yang tak terlalu suka kopi pahit. Lalu ada Kopi Mama Sayange dengan campuran madu. Ada pula kopi tubruk dengan campuran rempah diolah menggunakan sistem V60.

Selain itu, Bahasa Kopi juga menyajikan kopi dalam kemasan botol. Harga yang dipatok cukup terjangkau, mulai Rp 15.000 hingga Rp 20.000. (cr9/iwa/fn)