JOGJA – Hingga selesainya wukuf di Arafah, tercatat ada tiga jamaah haji asal DIJ yang meninggal dunia di Tanah Suci. Ketiganya berasal dari Kota Jogja, Bantul dan Sleman.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementrian Agama DIJ Noor Hamid mengatakan tiga jamaah haji yang meninggal itu adalah Nurharini 67, warga Kemetiran Lor Pringgokusuman Gedongtengen, yang termasukkelompok terbang (kloter) 23. Dua jamaah lainnya adalah Soejatmin Siswo Taruno, 86, kloter 26, asal Sleman dan Kismo Wiyono Joyo Dimejo, Kloter 20 asal Bantul.

“Penyebabnya ada yang jantung, infeksi saluran pernafasan dan hipertensi,” katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (23/8).
Kepala Kemenag Kota Jogja Sigit Warsita menambahkan Nurharini wafat pada Senin (13/8) di RS King Abdul Aziz Makkah dan sudah dimakamkan di Soraya Mekkah, Arab Saudi. “Untuk penyebab pastinya kami belum tahu,” katanya.

Menurut dia dari laporan petugas haji, setelah melakukan wukuf di Arafah, seluruh jamaah haji asal Jogja dalam kondisi sehat. Hanya ada satu jamaah haji yang tidak bisa beraktivitas dan menggunakan kursi roda. “Dia didampingi oleh putranya selama melakukan ibadah haji,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, seluruh jamaah asal Jogja yang masuk kloter 23 dijadwalkan tiba di embarkasi Solo pada 4 September dan sampai di Jogja pukul 11.00. Sedangkan kloter 29 dijadwalkan kembali pada 6 September dan tiba di Jogja sekitar pukul 16.00.

Para keluarga bisa menjemput jamaah haji di Balai Kota Jogja. Tapi yang bisa masuk akan dibatasi. Sigit juga meminta jamaah haji setelah pulang untuk memeriksakan kesehatannya di puskesmas. (pra/mg1)