JOGJA – Orangtua di Kota Jogja yang mengasuh bayinya dengan baik mendapatkan hadiah dari Pemkot Jogja. Apalagi Kota Jogja sudah memiliki Perda nomor 1 tahun 2014 tentang Pemberian ASI eksklusif.

“Dengan pengasuhan yang baik dan benar, bisa menyehatkan bayinya secara jasmani maupun rohani,”ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Fita Yulia Kisworini di sela lomba anak ASI dan Orangtua Cerdas di Balai Kota, Kamis (23/8).

Menurut dia perlombaan tersebut dalam rangka pekan air susu ibu (ASI) 2018. Perlombaan tersebut,jelas Fita, merupakan reward kepada orangtua, yang telah memberikan pengasuhan kepada bayi-bayinya. “Sebenarnya itu merupakan kewajiban bagi setiap orangtua, tetapi paling tidak itu reward nya guna memotivasi orangtua lainnya,” katanya.

Lomba ini sendiri diikuti oleh 36 orang dari perwakilan 18 puskesmas di Kota Jogja. Beberapa criteria dinilai, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, status gizi anak dan orangtua, keikutsertaan ibu dalam PKK dan KB. Hingga peninilaian kesehatan umum oleh dokter anak, kesehatan gigi. “Termasuk pengetahuan dari orangtua dalam hal ini suami dan psikologi,” ujarnya.

MENYUAPI: Peserta menunggu hasil penjurian Lomba anak ASI dan orangtua cerdas di Balai Kota Jogja sembari menyuapi anak. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Kota Jogja Riska Novriana menambahkan lomba ini mengusung slogan ASI sebagai fondasi kehidupan menuju generasi Genius atau gesit, empati, berani, unggul, dan sehat. Para orang tua diminta memberikan ASI minimal dua tahun. “Itu sudah diatur dalam Perda kita (Perda nomo 1 tahun 2014),” katanya.

Dengan lomba ini, lanjut Riska bisa memotivasi orang tua,baik bapak dan ibu cara merawat anak yang baik serta memperhatikan tumbuh kembang, kebersihan dan kesehatan anak. “Juga untuk para ibu-ibu agar bisa memberikan ASI ekslusif kepada anaknya,” paparnya. (cr8/pra/mg1)