Stadion Sultan Agung (SSA) sudah menjadi rumah kedua bagi PSIM Jogja. Sejak kandang utama mereka Stadion Mandala Krida direnovasi selama hampir empat tahun, skuad Laskar Mataram menggunakan SSA sebagai home base.

Hasilnya, catatan kandang gemilang ditorehkan Hendika Arga dan kawan-kawan. Selama menjalani Liga 2 musim ini, Laskar Mataram belum pernah kalah di SSA. Kekalahan kandang PSIM Jogja terjadi, saat berada jauh dari Jogja, tepatnya di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jawa Tengah.

Bermain di luar SSA, tentu akan merugikan PSIM Jogja. Apalagi, Laskar Matram kini tengah berjuang untuk bisa bertahan di Liga 2.
Hal itulah yang dirasakan gelandang Raymond Tauntu. Menurutnya, ada perbedaan jika PSIM Jogja harus berkandang di luar SSA. ”Ketika main di Cilacap, rasanya beda. Seperti bukan bermain di kandang meski suporter yang datang cukup banyak,” kata Raymond kepada Main Bola.

Selama empat musim membela PSIM Jogja, Raymond merasa SSA menjadi tempat yang nyaman baginya. Dukungan suporter fanatik dari Brajamusti dan The Maident, memberikan motivasi tersendiri. Tak heran, lawan mana pun bisa di kalahkan saat bermain di depan ribuan suporter.”Kami sudah merindukan untuk bisa bermain di SSA lagi,’’ jelas pemain asal Makasar, Sulawesi Selatan.

Ancaman tidak dapat menggunakan SSA di sisa laga memang menjadi ada di depan Mataram Knight- julukan PSIM Jogja. Dengan sembilan laga tersisa, bermain di luar SSA tentu menjadi kerugian tersendiri.

SEMANGAT: Suporter saat mendukung PSIM Jogja menghadapi PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Kamis (26/7). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Ya, Laskar Mataram akan menghadapi sejumlah laga berat di sisa putaran kedua. Praktis, PSIM Jogja pun hanya miliki empat laga kandang yang harus dimaksimalkan dengan baik demi ambisi tetap bertahan di Liga 2. Sementara laga tandang yang akan dijalani, sejumlah lawan berat seperti Madura FC, PSS Sleman, Kalteng Putra, dan Persiba Balikpapan akan menjadi batu sandungan serius bagi skuad Parang Biru.

”Bila laga kandang kami dimainkan di luar SSA, tentu tim tamu yang akan diuntungkan. Bagaimanapun kami butuh ribuan pendukung kami. Dan itu terjadi bila kami bermain di kandang sendiri,” tegasnya.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menegaskan, secara prinsip, timnya masih berharap banyak pada SSA. Menurutnya, PSIM Jogja memiliki catatan mengesankan selama bermain di SSA. ”Tiga musim kami diberikan sesuatu yang luar biasa, dengan tidak pernah kalah. Tren ini yang tengah kita coba pertahankan di sisa laga,” katanya.

Bermain di SSA, sebutnya, PSIM Jogja akan mendapatkan dukungan dari ribuan suporter. Dukungan ini memberikan motivasi tersendiri bagi pemain, untuk tampil maksimal. ”Sampai hari ini kami masih berharap. Tetapi, juga harus mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ungkapnya. (bhn/din/mg1)