SLEMAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilu legislatif 2019. Sebanyak 9.519 nama dicoret dari Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Sedangkan jumlah pemilih di Sleman sebanyak 767.116.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman, Abdul Karim Mustofa meminta KPU memerhatikan kembali daftar pemilih. Karena beberapa tempat bisa saja terjadi penambahan pemilih.
Bawaslu meminta KPU menambah TPS di beberapa tempat. Utamanya di Rumah Sakit (RS) ataupun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). “Kan di RS yang punya fasilitas rawat inap dan di Lapas juga harus diperhatikan,” kata Karim.

Menurut dia, KPU harus terus melakukan pendataan di Lapas Cebongan maupun Lapas Pakem. Sebab jumlah tahanan bisa saja berubah sewaktu-waktu. Bisa ada penambahan ataupun pengurangan tahanan.
“Tidak hanya lapas, tapi juga beberapa tempat lain harus disiapkan seperti di RS yang ada masyarakat sedang rawat inap, harusnya disiapkan TPS khusus,” kata Karim.

Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi mengatakan jumlah pemilih di Sleman masih bisa bertambah dengan menggunakan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). “Keadaan tertentu yang bisa menjadi DPTb seperti calon pemilih yang menjalani rawat inap, penyandang disabilitas, menjalani rehabilitasi narkoba, tahanan dan pindah domisili,” kata Shidqi.

Selain itu, KPU Sleman juga menambah satu TPS di Lapas Narkotika Kelas IIA Pakem. Pada penetapan DPT total TPS yang sudah ada menjadi 3.389. “Nantinya, TPS tersebut akan bisa digunakan bagi tahanan dan narapidana yang sudah tercatat sebagai DPT,” ujar Shidqi.

Pihaknya telah berkordinasi dengan petugas Lapas Cebongan maupun Lapas Narkotika Pakem. “Di Lapas Cebongan ada sekitar 39 warga Sleman yang mendapatkan hak pilihnya. Sementara di Lapas Narkotika Pakem ada sekitar 184 warga binaan,” ujar Shidqi. (har/iwa/mg1)