Atasi Ancaman Merebaknya Penyakit Tuberculosis

MUNGKID – Penyakit Tuberculosis atau TBC masih menjadi salah satu ancaman kesehatan di Kabupaten Magelang. Hal ini yang melatarbelakangi Bupati Zaenal Arifin meluncurkan program penanganan TBC bernama “Gerilya Melawan Penyebaran UnReach TB’ (Gempur TB). Lewat gerakan ini dia mengajak seluruh jajarannya dan masyarakat menyukseskan program tersebut.
Dikatakannya, 2045 kita akan memasuki generasi emas. Pada masa itu dibutuhkan generasi yang cerdas dan unggul. Maka di sinilah peran kesehatan menjadi sangat penting. Meskipun program tersebut adalah program secara nasional. ”Saya berharap semua mendukung dan menyukseskan program tersebut,” ajaknya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Retno Indriastuti mengatakan Indonesia merupakan salah satu dari negara dengan beban penyakit TBC, yakni 1.020.000 kasus. Penularannya melalui udara, terutama jika pasien berbicara, batuk atau bersin, dan berdekatan dengan orang lain. Risiko penularan dapat dikurangi jika seluruh pasien dapat ditemukan dan dirawat atau ditangani hingga benar-benar sembuh. “Dari 1.020.000 kasus, baru 32 persennya yang terobati,” ujarnya.

Kondisi tersebut, dijumpai di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Magelang. Oleh karena itu, pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk segera mencapai eliminasi guna mewujudkan Indonesia bebas TB pada 2030. Komitmen yang kuat ini harus didukung seluruh jajaran, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Termasuk kalangan swasta, dunia usaha, organisasi profesi, organisasi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan.

“Dengan program Gempur TB ini kita berharap penemuan dan deteksi kasus menjadi semakin tinggi, dan mampu menjawab masalah utama manajemen TB di Kabupaten Magelang, sehingga pada gilirannya mempercepat penanggulangan,” harapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Sunaryo, menambahkan, sudah ada alat untuk mendeteksi TB di beberapa rumah sakit di wilayah Magelang. Alat tersebut bernama Tes Cepat Molekuler (TCM), yang saat ini sudah beroperasi di beberapa rumah sakit di Magelang, antara lain di Rumah Sakit Tidar Magelang, RST dr Soedjono. “Sedangkan di RSU Muntilan belum diperasikan,’’ungkapnya. (dem/din/mg1)