JOGJA – Untuk efisiensi kinerja,mulai awal tahun depan akan ada peleburan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov DIJ. Beberapa Dinas dan Badan di Pemprov DIJ akan digabung. Diantaranya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KTSP).

OPD lain yang juga akan dilebur seperti Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIJ. “Yang penting bukan penggabungan atau tidaknya, tapi efisiensinya, tugas pokok fungsi tetap masuk, fungsinya jalan,” ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Gatot Saptadi, Kamis (23/8).

Peleburan itu, lanjut Gator, dilakukan agar pengelolaan tugas pokok dinas dan badan dengan fungsi yang serumpun dapat lebih efisien. Menurut mantan Penjabat Bupati Sleman itu dengan peleburan tersebut semua OPD di Pemprov DIJ akan menjadi tipe A. Jika tidak dilebur, beberapa OPD akan mengalami penurunan tipologi.

“Kalau satu rumpun, digabung atau tidak ya tidak masalah, fungsinya tetap jalan semua,” ujarnya.

Mantan Kepala PelaksanaBPBD DIJ itu mengaku Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X juga sudah mewanti-wanti agar jangan sampai terjadi pembebasan jabatan di dalam proses peleburan. Sehingga posisi pejabat di lembaganya sebelum dilebur, harus menempati jabatan yang sama atau setara pasca dilebur. “Nanti BKD (Badan Kepegawaian Daerah) yang akan memformulasikan,” tambahnya.

Terpisah Kepala BKD DIJ Agus Supriyanto memastikan peleburan akan menyesuaikan posisi. “Nanti juga ada lelang empat jabatan eselon II untuk kebutuhan sampai Desember,” jelasnya. (tif/pra/mg1)