BANTUL – Gelombang laut di pantai selatan berangsur kembali normal. Kendati begitu, jumlah pengunjung di wisata pantai belum menunjukkan peningkatan.

Petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Samas Sumariyadi menyebut tingkat kunjungan wisatawan selama beberapa hari terakhir turun drastis. Hampir separo dibanding sebelum gelombang tinggi menghantam pantai selatan.
”Dulu, pada hari biasa per hari sekitar 300 wisatawan. Kalau akhir pekan bisa sampai 2.000 pengunjung,” jelas Sumariyadi di pos TPR Pantai Samas, Kamis (23/8).

Sumariyadi mengakui bahwa wisatawan yang melewati pos TPR memang cukup banyak pascagelombang tinggi. Bahkan, Rabu (22/8) mencapai 1.000 wisatawan. Namun, mereka hanya ingin mengunjungi kebun bunga matahari yang terletak di pinggir Jalan Jalur Lintas Selatan. Karena itu, petugas tak memungut retribusi.
”Pengunjung jarang menanyakan wisata pantai,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Sub Koordinator TPR Pantai Parangtritis Mutahilan. Dia mencatat pascagelombang tinggi tingkat kunjungan anjlok. Pada Selasa (21/8), misalnya, hanya 1.830 pengunjung. Keesokannya, tepatnya saat libur Hari Raya Idul Adha hanya 4.950 pengunjung. Yang paling mencolok adalah saat libur akhir pekan. Minggu (19/8) jumlah pengunjung hanya 10.460. Padahal, saat hari libur mencapai 28 ribu wisatawan.

”Tapi penurunan ini juga dipengaruhi siswa sudah masuk sekolah,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengingatkan, gelombang tinggi merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun. Karena itu, Kwintarto berencana menyiasatinya dengan sejumlah event. Agar gelombang tinggi tak lagi sebagai momok yang menakutkan wisatawan. Sebaliknya, menjadi daya tarik tersendiri.
”Sehingga wisatawan bisa menikmatinya,” katanya. (ega/zam/mg1)