Hasan Basri,26, secara resmi menjadi bagian dari skuad Laskar Mataram di putaran kedua Liga 2 Indonesia. Mantan penggawa Persibo Bojonegoro ini punya mimpi besar bersama tim barunya ini.

Bahana, Jogja

Wisma PSIM Jogja tampak riuh, Kamis (23/8). Para pemain tampak akrab menikmati hidangan daging hewan kurban yang mereka masak sendiri.
Ya, sudah menjadi tradisi bagi manajemen dan penggawa PSIM Jogja, merayakan Idul Adha. Tahun ini sebanyak lima ekor kambing dikurbankan dengan di sembelih di lingkungan wisma. Sebagian daging, dibagikan kepada warga di sekitar Wisma PSIM. Sebagian lagi disantap bersama setelah menjadi sate dan juga tongseng.

Nuansa kekeluargaan memang cukup erat di skuad Laskar Mataram. Rasa kekeluargaan yang cukup besar inilah yang membuat pemain anyar Hasan Bisri sudah sangat nyaman bermain bersama Hendika Arga dan kawan-kawan. ”Di sini rasa kekeluargaannya erat. Mereka banyak membantu saya beradaptasi,” kata Hasan kepada Main Bola.

Pemain yang beroperasi di sektor menyerang ini tidak pernah menyangka akan bergabung bersama skuad Laskar Mataram. Ketika mendapat tawaran PSIM Jogja membutuhkan striker tambahan, tanpa berpikir panjang pria kelahiran Jember, ini langsung bergegas ke Jogja. ”Saat manajer tim memastikan saya bisa bermain, tentu sangat senang. PSIM ini kan klub besar dan memilik sejarah,” jelasnya.

Tidak butuh waktu lama bagi Hasan untuk bisa masuk dalam starting eleven pilihan pelatih Bona Simanjuntak. Di laga kontra PS Mojokerto, namanya sudah masuk dalam starting eleven berdampingan dengan stiker Ismail Haris. Namun sayang, debutnya bersama PSIM Jogja berbuntut pada kekalahan.

Kekalahan dari PS Mojokerto di laga perdana tentu membuat Hasan kecewa. ”Kami sudah memberikan terbaik, tapi melihat jalannya pertandingan kami tidak pantas kalah,” ungkapnya.

Hasan memulai karir dari Bondowoso U-21 pada 2009. Sampai dengan saat ini sudah ada lima tim yang disinggahi. Sebut saja Persipro, Persenga Nganjuk, Probolinggo United dan terakhir Persibo Bojonegoro. Dari Persibo, pengidola Sergio Augero ini merapat ke PSIM Jogja.

Hasan, dengan posturnya yang kecil dan gempal memiliki kelebihan di kecepatan. Akselerasi diharapkan bisa membantu PSIM Jogja untuk membongkar pertahan lawan.

Di PSIM Jogja, Hasan harus bersaing dengan sejumlah striker yang ada. Sebut saja Ismail Haris yang kerap menjadi pilihan utama coach Bona. ”Kami bersaing secara sehat. Ismail memang striker yang bagus,” jelasnya.

Di musim pertama bersama PSIM, ada ambisi besar tersemat di dada Hasan. Dia berharap, Laskar Mataram bisa masuk dalam perebutan empat besar Liga 2. ”Target bisa berada di empat besar. Meski cukup sulit tidak ada yang mustahil dilakukan,” tegasnya.

Baru beberapa bulan di PSIM Jogja, Hasan mengaku sudah betah dengan suasana tim. Secara pribadi, dia pun berambisi untuk bisa tetap bertahan di PSIM Jogja. ”Harapan pribadi tentu bertahan bersama PSIM musim depan,” harapnya. (din/mg1)