JOGJA – Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri mendorong peningkatan kapasitas dan peran polisi wanita (polwan) dalam jajarannya.
Menurut Dofiri, polwan punya nilai lebih dalam pendekatan sosial masyarakat. Polwan lebih mudah diterima masyarakat, khususnya dalam beberapa hal.

Terutama pengungkapan perkara yang tergolong sensitif. Misalnya, kasus yang berhubungan dengan perempuan dan anak-anak. “Kehadiran polwan tak semata-mata sebagai penyidik. Tapi merangkap untuk konseling,” ujar Kapolda, Kamis (23/8).

SIMPATIK: Polwan Polda DIJ membagikan coklat dan bunga mawar kepada pengendara motor yang dinilai tertib. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Keterlibatan polwan dinilai jauh lebih efektif dalam mengungkap perkara perempuan dan anak. Terlebih untuk menciptakan kenyamanan bagi korban maupun pelaku kejahatan di bawah umur. Sehingga tidak terkesan ada tekanan.
Polwan bisa menempatkan empati. Namun tetap fokus dan profesional dalam penyidikan. “Seperti kasus penanganan klithih dengan pelaku atau korban remaja. Atau kekerasan terhadap perempuan,” katanya.

Selama 70 tahun berkiprah di Indonesia, kata Dofiri, keberadaan polwan menjadi salah satu kunci sukses Polri dalam membangun kedekatan terhadap masyarakat. Bahkan kiprah polwan di masyarakat turut mendukung gerakan promoter, profesional, modern, dan terpercaya.

WEFIE DULU: Tiga polwan DIJ berswafoto sebelum menggelar aksi simpatik di Tugu Pal Putih Jogja, Kamis (23/8). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

Terpisah, Perwira Koordinator Polwan Polda DIJ AKBP Cahyani mengungkapkan, di tubuh Polri polwan memiliki peran yang lebih fleksibel. Khususnya untuk memahami konflik sosial masyarakat. Beberapa kasus tak bisa di-gebyah uyah (digeneralisasi). Dalam beberapa penanganan kasus, polwan bisa menjadi yang terdepan. Secara psikis, polwan diharapkan bisa memahami kondisi perempuan atau anak-anak korban maupun pelaku kejahatan.

“Penanganan kasus kriminalitas oleh dan kepada anak maupun kekerasan pada perempuan memang lebih pas ditangani polwan. Kami bisa menempatkan diri di berbagai sisi saat melakukan pendekatan,” jelasnya di sela aksi memperingati HUT ke-70 polwan di Simpang Empat Tugu Pal Putih kemarin pagi.

Polwan juga harus bisa menjawab tantangan profesionalitas kerja. Di Polda DIJ polwan menduduki jabatan strategis. Mulai wakapolres hingga pimpinan wilayah setingkat Kapolsek.

“Wakapolres Gunungkidul itu polwan. Ada enam polwan lain menjabat Kapolsek,” ungkapnya.

Menurut Cahyani, polwan di DIJ juga banyak yang menduduki jabatan kepala bidang atau kanit di polsek.
Adapun aksi simpatik di Tugu Pal Putih dilakukan puluhan polwan. Mereka membagikan helm, bunga mawar, dan coklat kepada pengendara sepeda motor.

Khusus helm diberikan kepada pembonceng motor usia anak-anak. Ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya. Terutama para orang tua yang memboncengkan anak. (dwi/yog/mg1)