Di Bantul Masih Ditemukan Cacing

GUNUNGKIDUL – Panitia pemantau pemotongan hewan kurban di bumi Handayani mengklaim, daging kurban di sana aman dikonsumsi. Dari hasil pemantauan tidak ditemukan adanya cacing hati atau penyakit kasat mata pada hewan kurban yang disembelih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnubroto mengaku dari pantauan hingga rabu sore (22/8) belum ada temuan daging hewan kurban tak layak konsumsi. Pemantauan dan pengecekan di semua lokasi penyembelihan hewan kurban. “Pemantauan oleh petugas, belum ada temuan cacing hati atau penyakit lain,” kata Bambang Wisnubroto saat dikonfirmasi, Rabu (22/8).

Bambang menjelaskan, dalam kegiatan pemantauan pemotongan hewan kurban menerjunkan 169 personil. Masih ditambah bantuan tenaga tambahan dari mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM).
“Hewan ternak di Gunungkidul relatif sehat lantaran berada di daerah karst. Sehingga penularan cacing melalui keong sawah kemungkinannya kecil,” ujarnya.

Menurut dia, pakan dari daerah persawahan, parasit pada keong menempel pada rumput kemudian dimakan oleh ternak itu dapat menyebabkan cacing hati hidup di dalam ternak.

Meski sejauh ini nihil temuan daging kurban tak layak konsumsi, pihaknya mengimbau kepada masyatakat agar tetap waspada. Bambang berpesan jika luput dari pantauan petugas dam diketahui kondisi daging tidak baik, bagian rusak dibuang saja.
“Bisa dilihat tingkat kerusakan, kalau tidak parah bisa sebagian dikonsumsi, kalau parah ya jangan,” ucapnya.

Berbeda di Bantul, Dinas Peternakan, Pangan, Perikanan dan Kelautan (Dispertaut) Bantul masih menemukan cacing hati pada hewan kurban.
Pantauan terakhir hingga pukul 16.00 jumlah cacing hati yang ditemui pada hewan kurban sapi sebanyak 94 ekor, kambing sebanyak 30 ekor, dan domba sebanyak 11 ekor. Jumlah hewan kurban yang sudah di periksa sebanyak 4.046 ekor sapi, 3.721 ekor kambing, dan 5.538 ekor domba.

Jumlah total hewan kurban yang terkena cacing hati se-Kabupaten Bantul, belum bisa dipastikan. Sebab pengecekan akan dilakukan selama tiga hari terhitung dari tanggal 22, 23 dan 24 Agustus. ”Jadi pendataan akan terus berlangsung. Karna rata-rata penyembelihan hewan kurban hingga H+2,” ungkap Kepala Bidang Peternakan Dispertaut Bantul Joko Waluyo saat dihubungi, Rabu (22/8).

Cacing hati menyerang hewan ternak sapi dan kambing lantaran hewan tersebut memakan keong. “Keong bisa termakan oleh hewan ternak dan menyebabkan tumbuh cacing hati,” ungkapnya.

Tim pemeriksa di bagi di 17 kecamatan. Tim petugas sebanyak 170 orang. 100 orang dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM dan 70 0rang petugas Dispertaut Bantul. ”Apabila ditemukan cacing hati, bagian yang terkena tersebut dipotong dan di kubur, tidak boleh di konsumsi,” tambahnya. (gun/cr6/pra/mg1)