JOGJA – Dua kekalahan beruntun yang dialami PSIM Jogja di putaran ke dua Liga 2 Indonesia dijadikan pelajaran untuk melakukan pembenahan selama jeda kompetisi. Waktu sebulan libur kompetisi, akan dimanfaatkan untuk menambal celah yang selama ini menjadi titik lemah.
Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menegaskan setelah menjalani program latihan fisik, perbaikan organisasi permainan Laskar Mataram akan dilakukan. Terutama perbaikan ogrnasisasi penyerangan. ”Finishing touch akan menjadi perhatian yang akan kami drill ya, nanti,” kata Erwan, Rabu (22/8).

Menurut Erwan pada dua laga terakhir, dari segi permainan Hendika Arga dan kawan-kawan sudah cukup baik. Namun, kekurangan yang dirasa kurang yakni penyelesaian akhir dari para penyerang.

Selanjutnya, Erwan menginginkan setiap perbaikan organsiasi permainan. Harapannya, setiap lini memiliki peran dalam menciptakan peluang dan juga gol. ”Mulai dari lini belakang dan tengah, akan kami manfaatkan peran mereka dalam membantu terciptanya gol,” katanya.

Ditegaskan memasuki putaran kedua, skuadnya tidak boleh lengah dalam menjalani setiap laga. Maka dari itu, dia berharap setiap pemain memiliki semangat bermain sama seperti di putaran pertama. Memulai laga dengan minus 9, PSIM memberikan kejutan merangsek ke papan tengah.

Saat ini, tim parang biru betengger di peringkat ketujuh klasemen Liga 2 dengan nilai 15 hasil dari 7 kemenangan dan tiga kali seri dan kalah. Sementara posisi PSIM Jogja dengan tim yang ada di peringkat ke empat yang kini dihuni Kalteng Putra berselisih delapan poin.

Raymond Tauntu dan kawan-kawan dituntut menunjukkan penampilan konsisten untuk memaksimalkan sembilan laga tersisa. Apalagi, PSIM Jogja masih memiliki empat laga kandang yang wajib disapu bersih dengan raihan poin penuh.

”Dari awal kompetisi saya sudah tekankan bahwa setiap laga adalah final bagi kami, dan itu sebenarnya cukup berhasil hingga kami bisa memangkas sembilan angka dengan baik,” jelasnya.

Sementara disinggung soal adaptasi pemain baru, Erwan menjelaskan sejauh ini sudah menunjukkan progres yang cukup baik. Namun, untuk evaluasi ketiganya dibutuhkan laga uji coba sebelum bertanding di laga sebenarnya.

”Untuk Hasan Bisri, saya sudah lihat karena dilaga terakhir sudah diturunkan. Sedangkan untuk dua lainnya, akan kami pantau dan semoga saja laga uji coba bisa segera terealisasi supaya mengetahui sejauh mana perkembangannya,” jelasnya. (bhn/din/mg1)