Diusulkan Dibuat Perpustakaan
GUNUNGKIDUL – Isu Taman Kota Wonosari diterpa isu jadi arena seks bebas terselubung bukan isapan jempol. Buktinya di kamar mandi yang ada di sana, pada Senin malam (20/8) dipergoki sepasang muda-mudi dalam kondisi setengah telanjang.

“Keduanya kami bawa ke pos pengamanan dan orang tua kedua anak tersebut kami panggil,” kata penjaga kemananan Taman Kota, Bardan saat dihubungi, Selasa (21/8).

Pasangan tersebut diketahui masih duduk di bangku SMK di Wonosari. Menurut dia kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Mereka diizinkan pulang bersama dengan orang tua masing-masing.

Meskipun begitu Bardan berharap, kejadian ini tidak terulang lagi. Area publik yang selesai direhab 2016 lalu itu, jelas Bardan digunakan untuk kepentingan positif jangan sampai disalahgunakan.
“Kami terus melakukan pemantauan, demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Terpisah Kepala Satpol PP Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugroho mengakui di taman kota Wonosari sering digunakan sebagai tempat berduaan para pasangan. Bahkan dalam kegiatan patroli, lokasi tersebut kerap didatangi oleh petugas.
“Jika nongkrong sampai larut malam, petugas langsung mengimbau agar segera pulang ke rumah masing-masing,” kata Dwi Warna.

Sementara anggota Komisi C DPRD Gunungkidul Ari Siswanto mengatakan kesan miring taman kota yang jadi arena mesum bisa dikurangi dengan membuka fasilitas lain. Salah satunya perpustakaan. Ari mengatakan siap ikut mengawal sehingga merubah taman kota menjadi arena taman yang penuh kegiatan positif terlaksana.
“Harus benar-benar dibahas secara matang sehingga ide ada gasebo membaca,” kata Ari Siswanto. (gun/pra/mg1)