Tidak Ditemukan Sapi yang Mengidap Tuberculosis

SLEMAN – Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan (DP3) Sleman Husni Siswanto memastikan stok hewan kurban di Sleman aman. Stok sapi mencapai 49 ribu dengan 12 ribu di antaranya berjenis kelamin jantan. Perbandingan tahun lalu, kebutuhan hewan kurban mencapai tujuh ribu ekor.
Guna menjamin keamanan dan kelayakan pangan, DP3 Sleman menyiagakan 14 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Jumlah tersebut masih ditambah 238 tenaga medis dan 51 mahasiswa kedokteran hewan. Seluruhnya tersebar di lokasi pemotongan hewan di 17 kecamatan se-Sleman.

“Khusus untuk sapi tercatat ada 50 pedagang yang berasal dari kelompok. Adapula pedagang kambing di pinggiran jalan. Seluruhnya sudah mendapatkan pemeriksaan atas kelayakan hewan kurban,” jelasnya ditemui saat meninjau sapi pemberian Presiden Joko Widodo di Dusun Ngetal, Margoagung Seyegan, Selasa (21/8).

Husni juga menjawab kabar yang beredar sapi-sapi kurban dijangkiti Tuberculosis (TBC). Berdasarkan pemeriksaan, kabar tersebut tidak benar. Bahkan tidak ditemukan baik di kandang kelompok maupun rumah pemotongan hewan.

Kenyataannya, TBC menjangkiti rusa. Berawal dari sebuah penelitian di Michigan Amerika Serikat. Hasilnya beberapa daging rusa positif mengandung virus TBC. Jenis penyakit tersebut bisa menular ke manusia.
“Tidak ada di Sleman penyakit itu. Tapi seluruh hewan berasal dari peternak lokal bukan impor. Sudah turun ke kandang kelompok dan rumah pemotongan hewan, TBC tidak ditemukan,” ujar Husni.

Terkait sapi pemberian Presiden RI Joko Widodo dipastikan layak konsumsi. Sapi persilangan limosin dan peranakan ongole (PO) ini berasal dari Cangkringan. Dalam pemeriksaan awal di kandang kelompok tidak ditemukan penyakit kuku maupun mulut.
“Sejak di kandang Cangkringan sudah diperiksa dan tidak ada masalah. Dari hasil laboratorium, hasilnya negatif (penyakit) dan sangat layak konsumsi,” kata Husni.

Datangnya sapi Jokowi disambut baik warga Dusun Ngetal. Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Ludiman, 58, mengakui jumlah hewan kurban di dusunnya sedikit. Khusus untuk Ngetal tercatat baru ada dua sapi dan dua kambing untuk 115 kepala keluarga.

Daging kurban dari sapi bantuan Jokowi rencananya akan dibagikan di dua dusun lainnya. Sama halnya dengan dusun Ngetal, Dusun Beteng memiliki dua sapi dan Dusun Karang hanya dua kambing. Jumlah tersebut jika ditotal akan dibagikan untuk 700 KK di tiga dusun.

“Terbagi untuk 115 KK di Ngetal, 200 KK di Karang dan 300 KK di Beteng. Jenis sapi pemberian Pak Jokowi dagingnya lebih tebal dan padat. Beda dengan jenis sapi metal, kandungan air dalam daging sangat sedikit,” ujar Ludiman. (dwi/mg1)