JOGJA – Sebagai tuan rumah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jogja menargetkan juara umum pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ XV yang digelar Oktober 2019 mendatang. Tidak main-main, untuk dapat mencapai target yang ditetapkan itu sejumlah program telah disusun untuk mempersiapkan pola latihan. Salah satunya dengan menyusun penyelarasan program pemusatan latihan kota (Puslatkot). Bidang Litbang KONI Joja Danardono menjelaskan untuk keberhasilkan proram tersebut, juga dilibatkan akademisi dari disiplin ilmu keolahragaan. Hal tersebut, tentunya menjadi sesuatu yang baru bagi KONI Jogja. ”Kami ingin setiap program yang dijalankan terukur dan ada evaluasinya,” jelas Danardono, Rabu (22/8).

Dari program tersebut, puncaknya pada pelaksanaan Porda 2019 mendatang. Berkaca dari pengalaman Porda Bantul, akan menjadi perhatian serius bagi KONI Jogja cabor mana yang membutuhkan perhatian khusus. ”Tentunya cabor-cabor yang masih belum maksimal menyumbangkan medali,” katanya.

Ketua Umum KONI Jogja Tri Joko Susanto mengatakan di sisa waktu pelaksanaan, diperlukan persiapan intensif untuk guna kesiapan atlet.  Semakin maksimal latihan yang dijalani, akan sebanding dengan hasil yang dicapai. Terlebih, untuk cabang olahraga (cabor) permainan yang nantinya dalam pertandingan akan mengandalkan kerjasama antar pemain, dia meminta persiapannya dilakukan lebih intensif.

“Beberapa tahun lalu, KONI Jogja itu selalu kesulitan untuk pendanaan. Tapi tahun ini anggaran dari Pemkot Jogja sangat cukup. Sehingga bisa berimbas pada persiapan yang maksimal,” jelasnya. (bhn/din/mg1)