KULONPROGO – Petugas pengawas masih menemukan cacing hati dalam hati hewan kurban. Ratusan petugas gabungan diterjunkan di 1.325 lokasi penyembelihan hewan kurban untuk membantu warga mengecek kesehatan daging kurban.

Petugas gabungan berasal dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Dinas Kesehatan Kulonprogo, dan Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Kulonprogo. Mereka dibantu puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM.

Salah satu temuan cacing hati di Masjid At Taqwa, Desa Kendungan, Wates pada penyembelihan hewan kurban, Rabu (22/8). Ada dua ekor dari 10 ekor hewan kurban yang disembelih positif cacing hati.

Mahasiswa FKH UGM Pua Renoh mengatakan hasil pemeriksaannya menemukan dua ekor hewan kurban terpapar cacing hati. “Langsung kami pisahkan agar tidak tercampur organ sehat. Nanti ditimbun di tanah agar tidak terkonsumsi,” kata Renoh.

Cacing hati merusak jaringan hati hewan kurban. Bekas kerusakan organ memicu banyaknya kalsium dan cairan yang menimbulkan bau busuk dan menjadi beracun. Racun inilah yang berbahaya bagi manusia yang mengonsumsi.
“Kendati dimasak hingga 100 derajat celcius, racun tidak akan hilang. Bisa mengakibatkan keracunan makanan bagi yang mengonsumsinya,” ujar Renoh.

Panitia kurban Masjid At Taqwa Sudarman mengatakan pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada petugas. Panitia mengikuti saran petugas dan tidak langsung membagikan daging kepada warga.
“Termasuk hati yang terkena cacing hati ini, kami mengikuti saran petugas, akan kami timbun,” ujar Sudarman.

Selain di Desa Bendungan, kasus cacing hati juga ditemukan di Desa Terbah dan Desa Mutihan, Kecamatan Wates. Ditemukan pula di Desa Triharjo dan Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah. (tom/iwa/mg1)