KULONPROGO – Sengketa pendaftaran bakal calon legislatif (baceleg) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Kulonprogo semakin sengit. Mediasi yang ditawarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dihiraukan. Partai politik memilih melanjutkan sengketa ke tahap ajudikasi.
Ajudikasi merupakan cara penyelesaian konflik melalui pihak ketiga. Pihak ketiga ini ditunjuk yang bersengketa untuk menetapkan keputusan yang bersifat mengikat.

Perindo dan PDIP bertekad melanjutkan sengketa pendaftaran bancaleg ke tahap ajudikasi. Penyelesaian konflik melalui persidangan di Bawaslu diprediksi bisa terus bertambah, mengingat masih adanya tiga partai politik lain yang tidak datang ke proses mediasi.

“Perindo dan PDIP sudah bertemu KPU akhir pekan lalu. Keduanya yang menggugat pencoretan kader mereka tanpa penjelasan KPU Kulonprogo saat proses mediasi. Mereka lanjut ke tahap ajudikasi, PDIP akan disidangkan 23 Agustus dan Perindo 24 Agustus,” kata Anggota Bawaslu Kulonprogo Ria Harlinawati.

Menurut dia, tiga partai lainnya juga diprediksi akan mengajukan sengketa yang sama. Parpol tersebut PKB, Golkar, dan Partai Berkarya. “Semua bisa lanjut, sudah ada komunikasi. Hanya saja belum bisa ditentukan kapan, sebab masih menunggu keputusan resmi,” ujar Ria.
Sekretaris DPC PDIP Kulonprogo Istana mengatakan pihaknya tidak puas dengan jawaban KPU Kulonprogo dalam mediasi Jumat (17/8). Pihaknya sudah memberikan penjelasan, ada kesalahan administrasi ijazah yang tidak dilegalisir.

“Kami meminta untuk memperhatikan. Calon kami adalah perempuan yang juga mau maju dan layak mendapat prioritaskan. Kami akan melanjutkan ke tahap ajudikasi,” ujar Istana.
Sebelumnya, KPU Kulonprogo menetapkan 20 bacaleg dicoret dari daftar pencalonan sementara. Dari 417 bacaleg yang mendaftar, hanya 397 caleg peserta yang lolos. Membuat lima partai (PDIP, Perindo, PKB, Golkar, dan Bekarya) melanjutkan sengketa ke Bawaslu. (tom/iwa/mg1)