Setelah ‘puasa’ melaut akibat gelombang tinggi, kini nelayan Pantai Selatan Gunungkidul mulai ‘berbuka’. Siang malam mereka bisa melaut, karena ombak bersahabat. Bahkan bisa menghasilkan ikan hingga satu kuintal.

GUNAWAN, Gunungkidul

Sumardi dibantu beberapa teman nelayan lainnya, menyandarkan kapal di Pantai Baron Kemadang, Tanjungsari. Pagi buta berangkat, sekitar pukul 11.30 pulang membawa hasil laut. Dengan senyum bahagia, Sumardi membawa ikan jenis tongkol ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) wilayah setempat. “Sejak sepakan terakhir panen ikan,” kata Sumardi, Selasa (21/8).

Bersama dengan rekannya, Sumardi pulang bisa mengantongi uang yang menggiurkan. Tentu kondisi demikian jauh lebih baik dibanding dalam beberapa bulan terakhir. Akibat dari gelombang tinggi. “Praktis selama ombak besar kami tidak bisa melaut,” terangnya.

Saat ini panen hasil laut telah tiba. Menurut dia tak ada istilah gagal melaut, karena semua nelayan selalu memperoleh hasil ketika pulang ke daratan. Paling banyak tangkapan dari jenis ikan tongkol. Berapa penpatannya? “Pada saat musim panen ikan harga cenderung turun,” katanya.

Pada saat sepi, jelas dia, laku Rp20 ribu per kilogram. Sekarang hanya dijual Rp10 ribu per kilogram untuk jenis ikan tongkol. Akan tetapi pembeli tidak bisa langsung membeli kepada nelayan. “Harus melalui TPI,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Nelayan Pantai Baron itu.

Sumardi lantas bercerita bagaimana tantangan berburu binatang laut. Bersama dengan satu rekan, berangkat usai subuh. Perjalanan kapal kemudian terhenti pada radius lima mill atau sekitar delapan kilo meter dari bibir pantai.
“Meyebar jaring dari satu titik ke titik yang lain. Angin cukup bersahabat sehingga tangkapan bagus,” ungkapnya.

Bagi para nelayan, Sumardi melihat, musim panen kali ini ibarat waktu berbuka. Sebab, cukup lama para nelayan benar-benar paceklik. Selain tangkapan minim, kondisi gelombang di kawasan pantai selatan tak bersahabat.
Tidak hanya jenis ikan tongkol, nelayan di pantai selatan juga panen gurita. Berbeda jika dibanding dengan sebelumnya, hasil tangkapan banyak. Jika diuangkan, setiap satu kilogram dijual ke TPI laku Rp 50 ribu. “Pokoknya, hasil lebih dari balik modal,” katanya dengan wajah berseri-seri.

Dia menduga, cuaca bagus akan terus berlangsung hingga beberapa minggu kedepan. Bagi nelayan itu sangat diuntungkan sekalipun tantangan juga tidak mudah. Termasuk dengan memonitor setiap pergerakan gelombang dan patuhi imbauan Tim SAR. “Kami pasrah kepada Tuhan, rezeki sudah ada yang mengatur,” ujarnya.