Sosialisasi akan Dilakukan Sejak Jauh Hari

BANTUL – Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dipertautkan) Bantul harus berupaya lebih keras. Itu karena masih ada masyarakat yang membuang kotoran jeroan daging kurban di selokan.

Radar Jogja mendapati kebiasaan buruk itu terjadi di dusun Sudimoro Timbulharjo Bantul. Setidaknya ada enam sapi, juga 13 kambing dan domba disembelih di sini. Jeroan sapi yang disembelih ini kemudian dibersihkan di selokan pinggir jalan Imogiri Barat menggunakan air dari sumur.

“Kami mencuci menggunakan air bersih, tidak pakai air sungai lagi,” ungkap panitia kurban salah satu masjid di Sudimoro Rajiman kemarin (22/8). Tapi dia mengakui masih membuang jeroan ke selokan.

Lelaki 52 tahun itu beralasan, terpaksa dilakukan karena belum sempat terpikirkan untuk membuat lubang besar tempat membuang limbah jeroan. Tapi dirinya akan mengevaluasi kurban hari ini, kemudian akan melakukan perbaikan tahun depan. “Setidaknya kami berupaya mengubah kebiasaan ini secara perlahan lahan,” jelasnya.

Terpisah Kabid Peternakan Dipertautkan Bantul Joko Waluyo tak menampik masih ada masyarakat yang membuang limbah jeroan di selokan maupun sungai. Fenomena ini kata dia, akan menjadi pekerjaan rumah bagi Dipertautkan Bantul. Diakuinya kebiasaan membuang jeroan ke sungai masih jamak terjadi di Bantul. “Kami juga sudah menyarankan baik kepada takmir maupun panitia untuk tidak melakukannya lagi,” jelasnya.

Dipertautkan Bantul,jelas dia, sudah mengantisipasi hal ini jauh hari sebelum hari raya kurban. Ke depan, Joko berencana menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul untuk bersama-sama menaggulangi hal ini.
“Kalau dampak limbah jeroan ini kan sudah jelas ranahnya DLH. Jadi kami akan diskusikan dengan DLH cara terbaik agar limbah ini tak dibuang ke sungai lagi,” tegasnya. (ega/pra/mg1)