SLEMAN – Gempuran budaya asing membuat sebagian orang Jawa tidak mengerti prinsip hidup yang diwariskan oleh leluhur. Inilah yang mendasari terselenggaranya Focus Group Discussion, dalam diskusi bertajuk ”Aktualisasi Kearifan Lokal Yogyakarta” di University Club Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (21/8).

Pembicara diskusi Panghageng Kawedanan Budaya dan Pariwisata Puro Pakualaman KPH Indrokusumo mengatakan, salah satunya kearifan lokal yang belum banyak dimengerti adalah sadumuk bathuk sanyari bumi (berjuang sampai titik darah penghabisan). ”Prinsip hidup ini dipunyai orang Jawa jauh sebelum merdeka atau mati dikumandangkan,” jelasnya

Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Heri Santoso menjelaskan penting untuk menekankan dan menarasikan kearifan lokal dalam kehidupan berbangsa serta bernegara. Ini penting dilakukan untuk menanggulangi budaya asing yang masuk.

”Diskusi ini mempertemukan berbagai akademisi dan praktisi untuk menggali nilai luhur budaya Jawa sebagai upaya menanggulangi budaya asing yang masuk,” tandasnya dalam acara yang diselenggarakan oleh Kagama (Keluarga Alumni Gadjah Mada) dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila). (cr10/ila/mg1)