SLEMAN – Munculnya kubah lava baru di Puncak Merapi belum memengaruhi status objek wisata di Lereng Merapi. Berdasarkan pantauan, ada penurunan jumlah wisatawan sejak erupsi freatik akhir Mei 2018.

Salah seorang pedagang jadah tempe Tlogo Putri Samiyani, 60, membenarkan turunnya jumlah pengunjung. Sejak ditetapkan status Waspada pada Gunung Merapi ada penurunan jumlah wisatawan signifikan. Salah satu imbas erupsi freatik, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) sempat menutup objek wisata tersebut sementara waktu.

“Memang agak berbeda jika dibandingkan sebelum erupsi. Ada penurunan drastis jumlah pengunjung, sekarang mendingan meski tidak seramai dulu,” kata Samiyani ditemui saat berjualan di depan Pintu Masuk Tlogo Muncar Kaliurang, Selasa (21/8).

Kabar terbaru, tumbuhnya kubah lava justru tidak berdampak pada jumlah wisatawan. Fase tersebut belum menunjukkan gejala erupsi. Kunjungan wisatawan stabil, bahkan ada peningkatan saat akhir pekan.
“Saya masih trauma kalau dengar suara keras. Apalagi jarak dari sini ke puncak Merapi cukup dekat. Kalau imbauan dan informasi sudah ada dari petugas TNGM yang bertugas di sini,” ujar Samiyani.

Kepala Bagian Sub Tata Usaha BTNGM Jogjakarta Akhmadi memastikan objek wisata tetap buka seperti biasa. BTNGM hanya menutup dua lokasi pendakian. Satu di pintu masuk Selo, Boyolali dan Sapuangin, Klaten.
Akhmadi mengatakan ada beberapa objek wisata di kawasan puncak Gunung Merapi. Objek wisata di Sleman ada di Kecamatan Pakem dan Kecamatan Cangkringan. Terdiri dari Tlogo Muncar, Tlogo Nirmolo, Kalikuning dan Klangon.

“Termasuk Jurang Jero di Magelang, objek-objek wisata tersebut masih dalam radius aman. Memang dulu sempat ditutup tapi karena dampak abu vulkanik erupsi. Kecuali untuk Selo dan Sapuangin, itu tutup total,” kata Akhmadi.
Tentang sepinya pengunjung, Akhmadi tidak bisa berspekulasi. Namun jajarannya tidak menutup mata ada penurunan signifikan jumlah wisatawan. Langkah antisipasi telah dilakukan dengan menginfokan perkembangan Merapi melalui sosial media.

BTNGM juga berkomunikasi intens dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta. Termasuk memerbaharui pertumbuhan kubah lava dari waktu ke waktu. Akhmadi memastikan kondisi saat ini aman dan kondusif.
“Saat ini sudah kembali naik, meski masih perlahan tumbuhnya. Kaliurang dan Kalikuning dipastikan aman, karena kondisi juga masih stabil. Tapi tetap was-was karena level Merapi memang masih Waspada,” ujar Akhmadi. (dwi/iwa/mg1)