KULONPROGO – Ratusan umat muslim di Kulonprogo melakukan salat Idul Adha di Lapangan Triharjo, Desa Triharjo, Wates, kemarin (21/8). Jamaah Ikatan Pengajian Triharjo tersebut melakukan Salat Id berdasarkan wukuf di Arofah yang telah dilaksanakan Senin (20/8).

Salat Id dilaksanakan pukul 06.30. Pengasuh Pondok Pesatren (Ponpes) di Darul Ulum, Kecamatan Galur Sholikhul Hadi menjadi imam dan khatib. Dia mengajak jamaah meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Salat Id tersebut mendapat pengawalan personel TNI/Polri. Polisi mengenakan seragam ataupun berpakaian preman berjaga di sekitar lapangan.
Salah seorang tokoh agama di Triharjo, Nuri Sasono mengatakan pelaksanaan salat sama dengan pelaksanaan di Mekah. Patokannya wukuf di Arofah sudah dilaksanakan Senin (20/8).
“Sebagian besar warga merupakan jamaah Masjid Baitullah Jala Jalalu di Pedukuhan Cokrodipan,” ujar Nuri.

Menurut dia, yang berhak mengumumkan kapan salat Id adalah penguasa di Mekah. Bukan negara atau organisasi kegamaan di manapun.
“Kami sama dengan di Mekah, terlebih selisih waktu Indonesia dengan Arab hanya empat jam,” kata Nuri.

Setelah salat, warga melakukan penyembelihan hewan kurban. Dasarnya yakni keutamaan menyembelih pada hari pertama perayaan Idul Adha.
“Bagi kami tidak masalah ada perbedaan. Kami melaksanakan lebih awal dengan jumlah yang sedikit tidak apa-apa, kami menjalankan ibadah sesuai keyakinan kami,” ujar Nuri.

Salah seorang jamaah Andri Susanti mengatakan di Kulonprogo baru kali pertama dia melaksanakan salat Id lebih dulu dari umat muslim lain. Namun dia tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut.
“Menurut saya tidak perlu dipersoalkan adanya perbedaan ini,” ujar Andri. (tom/iwa/mg1)