Kapasitas dan Daya Jangkau Sangat Terbatas

PURWOREJO – Berbagai kendala masih pekerjaan rumah bagi petugas pemadam kebakaran di Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Purworejo dalam melakukan tugasnya. Dukungan tenaga terlatih belum mendapat suport armada yang memadai.

Keberadaan 494 desa/kelurahan di 16 kecamatan memerlukan dukungan armada lebih dari yang sudah ada sekarang. Setidaknya setiap eks kawedanan yakni lima lokasi harus selalu tersedia armada damkar.

Saat ini, penanganan kebakaran hanya dilayani tiga kendaraan saja. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari ketiganya, mobil damkar 1984 masih menjadi andalan. Sedang yang paling baru adalah kendaraan 2014. “Paling besar adalah Morita 1984 dengan kapasitas 3.000 liter dan daya semprot sampai 30 meter,” kata Kasi Kebakaran Satpol PP dan Damkar, Sumaji, Rabu (22/8).

Dua kendaraan lain adalah Hino Dutro tahun 2001 dan 2014. Keduanya memiliki kapasitas tangki sebanyak 2.500 liter dan daya semprotnya hanya berkisar 15-20 meter saja.

Melihat luasnya wilayah Purworejo, setidaknya dibutuhkan enam armada yang akan ditempatkan di empat eks kawedanan dan dua armada harus standby di kantor Satpol PP dan Damkar. “Reaksi penanganan kebakaran itu maksimal 15 menit setelah laporan diterima, kendaraan damkar sudah harus sampai lokasi,” jelas Sumaji.

Dia menjelaskan berdasarkan pengalaman di lapangan, banyak kejadian yang tidak sempat tertangani. Damkar sampai di lokasi saat api telah berhenti karena semua telah terbakar. “Selama ini begitu ada laporan, kami langsung bergerak. Tapi untuk yang jaraknya jauh memang butuh waktu,’’ tambahnya.

Diungkapkannya, kasus kebakaran di Kabupaten Purworejo hingga saat ini relatif tinggi. Catatan di pihaknya, sepanjang 2017 terdapat 21 kasus kebakaran dan total kerugian mencapai Rp 3.860.000.000. “Untuk 2018 hingga bulan Agustus ini sudah terjadi 14 kasus,” imbuh Sumaji.

Khusus di 2018, setidaknya ada enam kasus yang tidak sempat terlayani karena tidak ada laporan yang masuk ke Damkar Purworejo.

Kepala Satpol PP dan Damkar Purworejo Budi Wibowo mengungkapkan, pihaknya telah berusaha seoptimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia berharap masyarakat juga memiliki kepedulian dan punya respons tinggi jika menemukan adanya kasus kebakaran. “Kami siap bergerak kapan saja. Memang yang berangkat paling awal adalah petugas yang tengah piket. Namun jika memang membutuhkan tenaga tambahan, seluruh personel kami on call,” jelas Budi.

Selain perlu tambahan armada, Damkar Purworejo sebenarnya juga memerlukan adanya crane khusus yang memiliki ketinggian tertentu. Ini penting untuk penanganan kasus kebakaran di gedung-gedung bertingkat. Apalagi saat ini di Kabupaten Purworejo juga bermunculan bangunan dengan cukup tinggi.

Sebagai langkah awal, keberadaan tangki amat dibutuhkan. Saat terjadi kebakaran, akses jalan menuju ke lokasi cukup berat karena dikepung masa. Dengan adanya tangki, suplai air akan lebih mudah.”Jadi kami bisa fokus terhadap pemadaman,” jelas Budi. (udi/din/mg1)