Hitungan Menit, Gunungan Habis Diperebutkan

JOGJA – Keraton Jogjakarta menggelar hajat dalem Gerebeg Besar tahun Dal bersamaan dengan Idul Adha 1439 Hijriah, Rabu (22/8). Sama dengan gerebeg lainnya, saat gerebeg besar ini Raja Keraton Jogjakarta Hamengku Bawono (HB) Kaping 10 kembali mengeluarkan tujuh gunungan.

Lima gunungan dibawa ke halaman Masjid Gede Kauman. Yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Gepak, Gunungan Darat dan Gunungan Pawuhan.

Kemudian masing-masing satu Gunungan Kakung dibawa ke Pura Pakualaman dan Kepatihan. Bersamaan dengan Idul Kurban, Raja Keraton Jogjakarta juga menyerahkan sapi dan kambing ke Masjid Kagungan Dalem Kauman.

Seperti sudah diperkirakan, masyarakat langsung menyerbu begitu Penghulu Keraton Jogja selesai membacakan doa. Hanya dalam hitungan menit empat gunungan di halaman Masjid Gede Kauman habis diperebutkan. Sedangkan Gunungan Gepak hanya diperebutkan oleh abdi dalem Keraton Jogja.
Pelepasan gunungan hingga di depan Pagelaran Keraton Jogjakarta dilakukan Manggala Yudha Keraton Jogjakarta Gusti Bendara Pangeran Hario (GBPH) Yudhaningrat. Dia mengatakan gunungan tersebut merupakan sedekah raja kepada rakyatnya.
“Sedekah dari raja kepada kawula (rakyat),” ujar Yudhaningrat.

Sedangkan Penghulu Keraton Jogjakarta KRT Kamaludiningrat mendoakan gunungan sebelum diperebutkan masyarakat. Isi gunungan berupa hasil bumi dari Keraton Jogja yang semuanya bisa dimakan.

Langkah tersebut dilakukan untuk meluruskan kepercayaan jika bagian dari gunungan bisa membawa berkah jika ditanam. “Mitos itu, bukan fakta. Ajaran garebeg sendiri dari Ngarso Dalem yang memberi sedekah untuk dimakan,” tutur pengurus MUI DIJ itu. (pra/mg1)