Mungkin distrik Balad, Jeddah, ini paling terkenal untuk jamaah haji Indonesia. Disinilah terdapat Corniche Commercial Center dikenal sebagai pasar Balad. Tempat ini hampir selalu menjadi jujukan para jemaah Indonesia saat berburu oleh-oleh sebelum pulang ke Indonesia. Tak heran Balad dikenal surga pebelanja jamaah haji Indonesia.

Selain memiliki pusat perbelanjaan kelas tinggi menawarkan produk terbaru dari merek fesyen ternama dari Milan dan Paris, kawasan kotatua di Jeddah ini juga dipadati pedagang tradisional dan pasar terbuka menawarkan aneka produk fesyen dan souvenir dengan harga relatif murah.

Pada malam hari, pusat perbelanjaan ini padat pengunjung. Kepadatan pusat perbelanjaan terletak di daerah Corniche ini memuncak selama musim haji, karena jamaah haji biasanya menyempatkan diri mampir ke Jeddah untuk membeli buah tangan. Karpet, abaya, aneka merk minyak wangi dengan kemasan unik, tasbih, sajadah, jam tangan, aneka produk kulit, kerudung, pasmina, hingga celak mata dan hena bisa dibeli di pusat perbelanjaan yang setiap waktu shalat tiba ditutup beberapa saat ini. Paling diburu coklat yang amat terkenal.

Sebagian besar barang dijual di pasar ini diimpor dari India, Pakistan, Bangladesh, dan tentu saja, Cina. Hampir semua produk suvenir dijual di pasar Balad, termasuk tasbih dan kaligrafi, barang impor dari Cina rata-rata dijual grosiran dan harganya sangat murah. Harga satuan tasbih batu aneka warna hanya 1 riyal dan harga satuan aneka dompet kulit hanya 10 hingga 15 riyal.

Di Balad, harga jual setiap produk sangat bervariasi sesuai kualitasnya dan bisa ditawar. Sebagian pedagang juga bisa berbahasa Indonesia meski terbatas pada angka-angka sehingga pengunjung asal Indonesia yang tidak bisa
berbahasa Arab tetap bisa melakukan tawar menawar harga

Diantara toko-toko di Balad, Toko Ali Murah merupakan toko paling banyak didatangi jamaah haji Indonesia. Meski namanya Ali Murah, namun harga barang dijual di toko ini sebenarnya relatif lebih mahal dibandingkan toko lainnya.

Jamaah haji Indonesia rata-rata lebih memilih berbelanja di toko ini karena transaksi bisa dilakukan dengan bahasa Indonesia dan pembayaran dapat dilakukan dengan Rupiah. Semua pelayan di toko ini orang Indonesia, si empunya toko pun fasih berbahasa Indonesia.

Pasar Al-Balad sendiri mirip Pasar Tanah Abang di Jakarta. Banyak toko-toko yang menggunakan nama-nama sangat Indonesia, seperti: Toko Ali Murah. Toko Ali Murah ini bisa disebut sebagai toko pelopor oleh – oleh haji dan umroh.

Toko Ali Murah dahulu lokasinya jauh di belakang pasar Al – Balad, letaknya tidak begitu strategis tapi tetap banyak yang mencari, baik dari kalangan artis maupun crew kabin. Sekarang toko Ali Murah dapat dijumpai dengan mudah dengan tulisan besar yang bisa terbaca jelas dari jalan besar.

Capai berbelanja, para jamaah bisa mengcicipi aneka masakan Indonesia di deretan restoran di komplek perbelenjaan ini. Yang paling diserbu bakso. Per mangkok kalau dirupiahkan sekitar Rp 25 ribu. Ada soto, rawon, gado gado, rujak dan aneka masakan khas Indonesia. Pemilik restoran dan para penjualnnya juga orang Indonesia.

Toko ALI Murah Jadi Trend Setter
Setelah Toko Ali Murah terkenal dan laku keras, toko – toko lain meniru penggunaan kata Murah di belakang namanya, misalnya Toko Gani Murah, Toko Noor Murah, Toko Kamal Murah, Toko Sultan Murah, dll.

TARIK PEMBELI Nama toko di Jeddah sangat familiar bagi jamaah Indonesia.

Jamaah Indonesia dikenal punya hobi berbelanja. Mereka tidak hanya menghabiskan riyal di Makkah dan Madinah bahkan di kota Jeddah juga. Jika ingin mencari barang yang murah dengan kualitas produk yang sama, sebaiknya tahan nafsu belanja anda ketika di berada Makkah dan Madinah.
Uniknya daerah Balad ini adalah penjualnya rata-rata fasih berbahasa Indonesia meski berasal bukan dari Indonesia. (Bahari/bersambung)