Prodi Ilmu Komunikasi (IK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) punya pengembangan komunikasi yang unggul dalam kajian multikultur. Artinya, mahasiswa diarahkan menuju pengembangan komunikasi yang menganggap perbedaan adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Pemahaman tentang perbedaan inilah yang akan membawa IK UMY menuju pengembangan rasa toleransi dalam masyarakat.

“Diharapkan perbedaan ini akan membawa IK UMY ke level ASEAN sebagai prodi yang akan mengembangkan komunikasi dalam multikultural,” ungkap kepala Prodi IK UMY Haryadi Arief Nur Rasyid kepada Radar Kampus belum lama ini.

Untuk mewujudkan hal itu, IK UMY punya tiga peminatan yang akan diarahkan ke sana. Yaitu Broadcasting, Periklanan, dan Public Relation. Dalam tiga peminatan ini, mahasiswa dididik untuk siap dalam bidang masing-masing. Tidak sekadar punya skill, tapi juga berupaya mencetak lulusan yang punya landasan keimanan.

“Mahasiswa didorong selalu aktif dalam berbagai kompetisi,” ujar Hrayadi. Ada beberapa karya yang pernah ditorehkan mahasiswa IK UMY. Di antaranya pernah menang lomba film dokumenter. Bahkan beberapa film dokumenter IK UMY pernah ikut dalam impact Malaysia dan mendapat penghargaan. Pada bidang iklan juga sering mendapat berbagai kejuaraan. Sedangkan public relation kerap unggul dalam lomba proposal kampanye public relation.

Sebagai prodi yang bernaung di bawah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), mata kuliah IK UMY juga dibingkai dalam nuansa Islami. Peminat prodi IK ini juga terus mengalami peningkatan. Setiap tahun ada lebih dari 3.000 pendaftar IK UMY.

Sayangnya, jurusan ini hanya menerima maksimal 240 mahasiswa, dengan enam kelas per angkatan. “Semoga lulusan bisa diakui kompetensinya dalam industri. Prodi juga selalu berupaya mensinkronkan kurikulum dengan kebutuhan industri,” tegasnya. (ega/laz/mg1)