JOGJA – Semangat berbagi, peduli dan solidaritas pada sesama, pada perayaan Idul Adha Sinar Mas menyerahkan hewan kurban berupa sapi ke berbagai daerah. Di Jogja, bantuan hewan kurban diserahkan di Madrasah Mu’allimin Jogja Rabu (22/8).

Hewan kurban berupa sapi tersebut diserahkan Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto yang diterima langsung oleh salah satu alumninya, Ahmad Syafii Maarif atau lebih dikenal Buya Syafii Maarif. “Bantuan hewan kurban adalah perwujudan semangat kepedulian, niat berbagi, serta solidaritas terhadap saudara- saudara kami,” ujar Sulistiyanto.

Menurut dia pemberian hewan kurban yang dilakukan Sinar Mas sudah rutin dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu. Selain di Jogja, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah, sepertiJakarta, Tangerang, Cimahi, Sumedang, Garut, dan Pekaiongan. Kenapa Idul Adha tahun ini hewan kurban di Jogja diserahkan ke Madrasah Mu’allimin? “Salah satunya karena Buya (Syafi’i) ini,” ujarnya.

Sulistiyanto menambahkan, langkah nyata untuk berbagi dan saling menyejahterakan adalah rutinitas bagi Sinar Mas beserta seluruh pilar bisnisnya. Di Sinar Mas dinilainya seperti hanya Indonesia, berisikan karyawan dengan ragam etnis, keyakinan dan keimanan. “Indonesia plural membuat langkah saling berbagi tidak perlu terhambat sekat perbedaan. pun demikian adanya,” terangnya.

Bantuan yang diberikan jelas Sulistyono saat ini diarahkan pada kemitraan dengan pemberdayaan masyarakat. Tidak lagi sekedar corporate social responsibility (CSR). Menurut dia dengan program kemitraan tersebut program yang digulirkan bisa berkesinambungan. “Hasil pemberdayaan masyarakat tersebut nanti juga bisa bermanfaat bagi perusahaan,” katanya.

Sementara itu Buta Syafi’i juga mengapresiasi bantuan dari Sinar Mas. Sama dengan Sulistiyono, Buya juga meminta program kemitraan yang dikembangkan oleh Sinar Mas tersebut bisa dilakukan juga oleh perusahaan lain. Menurut dia kemitraan tersebut bisa untuk memberdayakan umat Islam. “Apalagi mayoritas umat Islam di Indonesia merupakan kalangan menengah ke bawah,” katanya. (pra/ong)