Ada 95 Jenis Narkoba Baru

JOGJA – Kecamatan Umbulharjo dan Gedongtengen menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jogja juga mewaspadai temuan jenis narkoba baru.
“Ada 95 narkoba jenis baru sementara 86 yang sudah masuk undang-undang,” ujar BNN Kota Jogja Siti Alfiah di sela pemusnahan barang bukti tindak pidana umum di kantor Kejakasaan Negeri (Kejari) Kota Jogja, Senin (20/8).
Menurut dia Kota Jogja adalah daerah dengan penyebaran terbanyak narkoba di DIJ. Baru kemudian daerah lain seperti Sleman dan Bantul. Paling banyak ditemukan di Umbulharjo dan Gedong tengen. “Memang daerah rawan disitu,” katanya. Buktinya sejak 2017 lalu sudah ada 30 kasus yang ditangani BNN Kota Jogja.
“Jika penyebaran di kota bisa diputus, maka juga akan berpengaruh pada daerah lain,” tambahnya.

Yang patut diwaspadai, lanjut dia, tentang banyaknya pengemasan narkoba yang dipasarkan ke anak kecil. Diantaranya dikemas dalam bentuk permen dan tembakau, seperti tembakau yang dicampur dengan narkoba jenis gorilla. Untuk kasus narkoba yang melibatkan sendiri BNN Kota Jogja bahkan mencatat ada anak usia 10 tahun yang menjadi pemakai. “Untuk yang menimpa anak-anak , pemakai akan kami rehab,” ujarnya

Kepala Kejari Kota Jogja Umbu Lage Waloka juga mengakui banyaknya narkoba yang dimusnahkan. Hasil temuan terbanyak adalah narkoba berbentuk pil. “Dari hasil temuan polresta dan satpol pp yang terbanyak adalah jenis ganja dan narkotika,” terangnya.

Umbu mengatakan modus penyebaran ganja dan narkotika sendiri sudah mengalami perubahan. Bahkan pengemasan narkoba lebih rapi. “Pengedar bahkan lebih pandai dari kami penegak hukum, tapi kami tidak akan kalah,” tegasnya.

Umbu menambahkan pemusnahan yang dilakukan di Kejari Kota Jogja dilakukan pada ganja seberat 3804,1 gram, tembakau super sejumlah 338,24 gram, sabu-sabu seberat 315,131 gram, pil 27829,5 butir, ekstasi 17 butir, obat tanpa izin edar sebanyak 38 dus, serta 911 botol minuman beralkohol. “Total ada 244 perkara,” ujar Umbu.

Pemusnahan tersebut dimaksudkan supaya gudang penyimpanan milik Kejari Kota Jogja tidak penuh. Apalagi ada barang bukti dari kasus sejak 2016 lalu. “Harapanya tidak hanya barang bukti yang bersih, penyakit masyarakat juga bersih,” katanya. (cr5/pra/mg1)