Anggota Komisi D DPRD DIY Tustiyani mengatakan DIY sejak beberapa waktu lalu telah memiliki peraturan daerah tentang ketahanan keluarga. Lahirnya perda itu merupakan prakarsa atau inisiatif dewan. “Pengusulnya dari Komisi D,” ujar Tustiyani, Senin (20/8).

Beberapa hari sebelumnya Tustiyani juga mengupas masalah isu ketahanan keluarga. Dia hadir sebagai pembicara dalam bedah buku berjudul Psikologi Perkawinan dan Keluarga: Penguatan Keluarga di Era Digital Berbasis Kearifan Lokal. Buku itu merupakan karya Tina Afiatun. Bedah buku diadakan di Balai Desa Girirejo, Imogiri, Bantul pada Selasa (14/8).

Dengan adanya perda itu diharapkan menjamin pelaksanaan kewajiban Pemerintah Pemda DIY maupun meningkatkan tanggung jawab anggota keluarga menyiapkan bekal sebelum dan saat berkeluarga.

“Perubahan nilai moral dan kondisi ekonomi yang tidak disertai dengan kesiapan keluarga dapat menyebabkan beragam persoalan,” katanya.
Pergeseran nilai sosial dan budaya itu tidak mungkin dihentikan. Seiring berjalannya waktu dibutuhkan sistem membuat keluarga memiliki ketahanan menghadapi berbagai perubahan tersebut.

Selain Tustiyani dan Tina, bedah buku juga menghadirkan Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiyani sebagai pembicara. Peserta bedah buku mencapai 130 orang. Tina Afiatin membeberkan triks penguatan keluarga. Keberadaan internet sudah menjadi elemen vital yang memengaruhi kehidupan keluarga.
Kepala Sub Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Perpustakaan BPAD DIY Dewi Ambarwati mengungkapkan, tema penguatan keluarga dipilih berdasarkan usulan warga Desa Girirejo. (kus/mg1)