SLEMAN – Sistem jaringan (daring) atau online semakin berkembang pada era disrupsi dan revolusi 4.0. Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengimbau dosen siap dengan e-learning atau pembelajaran online.

Disrupsi mendorong terjadinya digitalisasi sistem pendidikan. Tentu saja dengan tidak menghilangkan pembelajaran tatap muka.
“Memasuki era yang cara berpikirnya tidak linear lagi. Prinsip efisiensi dan kesederhanaan adalah hal yang akan dicari banyak orang,’’ ujar Sutrisna.

Jika tidak segera menuju ke sana Indonesia bisa tertinggal. ‘’Dan pembelajaran di perguruan tinggi harus mengarah ke sana,” ujar Sutrisna dalam sosialisasi pembelajaran daring di Auditorium UNY, Senin (20/8).

Dikatakan, kurikulum akan disempurnakan. Namun perlu strategi yang bisa digunakan untuk menyesuaikan pembelajaran.UNY bersama Universitas Terbuka (UT) sepakat mengembangkan materi pembelajaran dengan sistem online. Kerjasama UNY dengan UT menjadi cara mengembangkan materi pembelajaran untuk generasi milenial.

Sutrisna berpesan setiap dosen memanfaatkan digital library UNY. Perpustakaan tersebut sudah terkoneksi dengan e-book dan e-journal. Disediakan 350 komputer yang bisa dimanfaatkan dosen dan mahasiswa. Pihaknya juga mengembangkan perpustakaan serupa di tingkat fakultas sehingga semangat menimba ilmu tidak terkendala.

Rektor UT Ojat Darojat mengatakan saat ini ada penyakit kronis. Di mana guru atau dosen lebih banyak melakukan tatap muka.
Artinya pendidik siap menumpahkan seluruh ilmunya kepada muridnya. Namun yang terjadi justru mahasiswa dituntut harus hapal materi walaupun mereka tidak paham. (ita/iwa/mg1)