Sebanyak 234 anggota Pramuka tingkat penggalang dan 247 tingkat penegak se-Kota Yogyakarta mengikuti lomba Krida Saka Bakti Husada (SBH) 2018 di kompleks Balai Kota Timoho pada Minggu (19/8) lalu.

Acara berlangsung dari pukul 07.00 hingga 17.00. Peserta terbagi dalam 18 tim Pramuka tingkat SMP dan 19 tim tingkat SMA. Mereka berkompetisi unjuk kebolehan pengetahuan dan keterampilan. Lomba Krida SBH meliputi penyuluhan masalah kesehatan, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) dan pionering.

Lomba dibuka Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dr. Fita Yulia K M.Kes serta pimpinan SBH drg. Arumi Wulansari MPH.

Wakil wali kota berpesan agar lomba SBH ini menjadi motivasi dan tantangan bagi pelajar terus meningkatkan pengetahuan. “Terutama menyangkut masalah kesehatan,” pesan Heroe. Dia berharap lomba ini bisa menjadi ajang kampanye hidup sehat yang dimotori generasi muda.

Dengan begitu, timbul kesadaran dan partisipasi pemuda menjaga kesehatan lingkungan tempat tinggalnya. “Ini sebagai implementasi nilai-nilai gerakan Pramuka,” harap dia.

Lomba Krida SBH ditutup Pembimbing Saka 2 Tri Mardoyo SKM. Dalam sambutannya, dia mewanti-wanti agar agar setiap anggota SBH menjadi contoh penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat.

Anggota SBH diminta mendukung program pemerintah di bidang kesehatan. Khususnya dalam mencegah stunting, anemia pada remaja, pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan lingkungan.

Kepedulian anggota SBH dalam memelihara lingkungan bersih dan sehat dapat dilihat dari pengelolaan sampah. Selama lomba, peserta memisahkan sampah basah dan sampah kertas atau kering. (kus/mg1)