BANTUL – Sebagai wujud nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, berbagai elemen masyarakat dan segenap pemuda melakukan kerja bakti di kompleks Masjid Gede Mataram Kotagede Banguntapan Bantul kemarin (19/8). Reresik Masjid itu diikuti Kwarda Pramuka DIJ, Karang Taruna DIJ, Sekber Keistimewaan DIJ serta perwakilan siswa SMA Negeri 1 Banguntapan dan SMA BOPKRI Banguntapan.

Menurut coordinator acara Widihasto Wasana Putra kerja bakti itu rangkaian Bulan Pancasila 2018. Sengaja merangkul para pemuda untuk peduli dan mencintai warisan cagar budaya. Apalagi Masjid Gede Mataram termasuk masjid tertua di DIJ. “Didirikan pada sekitar abad ke-17. Sehingga kegiatan ini diharapkan bisa memupuk kecintaan generasi muda terhadap warisan cagar budaya,” jelasnya di sela acara.

Tak hanya itu, Hasto juga menyebut kegiatan tersebut untuk menjalin kebersamaan antar lapisan masyarakat bertepatan dengan momen kemerdekaan. Sekaligus, lanjut dia, membangun interaksi antar komponen pemuda dan pelajar. “Agartercipta kekompakan dan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan,” katanya.

Sedang salah satu peserta kerja bakti Diah Qori dari SMA N 1 Banguntapan berharap bahwa generasi muda bisa terus melestarikan cagar budaya. “Harapannya, semoga kebersihan di Masjid Gede Mataram ini bisa terus terjaga dan anak-anak muda lebih peduli,” ujarnya.

Galang, peserta kerja bakti lainnya dari Saka Bhayangkara juga memiliki harapan yang sama. “Ini kegiatan yang baik untuk melestarikan budaya, terlebih bagi kita generasi muda,” katanya.

Kerja bakti di Masjid Gede Mataram yang melibatkan beberapa elemen masyarakat ini adalah untuk pertama kalinya dilakukan. Selain bersih-bersih area masjid dan makam, pihak panitia Bulan Pancasila 2018 juga menyumbangkan hewan kurban sebanyak lima ekor kambing. Sumbangan tersebut diberikan kepada takmir Masjid Gede Mataram dan empat Masjid Pathok Negoro yang berada di Mlangi, Plosokuning, Babadan dan Dongkelan. (cr9/pra/mg1)