SLEMAN – Pujo Wahid akhirnya ditemukan tewas sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal hanyut, Sabtu (18/8). Dugaan sementara terpeleset dan terseret arus Sungai Progo. Masyarakat diminta berhati-hati jika menyeberang Sungai Progo.

Pujo diperkirakan hanyut Jumat (17/8) di kawasan Dusun Sejati Sumberarum Moyudan. Menurut Humas Basarnas DIJ Pipit Eriyanto, korban ditemukan di kawasan Desa Pakelan Moyudan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi hanyut. Ditemukan di sebuah dam sekitar pukul 10.45.

“Info awal ingin menyeberang tapi terseret arus,” ujarnya.

Dalam penyisiran awal, tim berhasil menemukan bungkusan plastik berisi kain. Diduga pakaian ini milik korban yang ikut hanyut terbawa arus. Keluarga korban juga sudah memastikan kalau jenasah yang ditemukan adalah korban hanyut.

“Untuk kondisi fisik masih baik, bahkan keluarga bisa mengenali dari swajahnya,” katanya.

Terkait evakuasi air, Basarnas DIJ mengakui kendala terbesar adalah peralatan yang sesuai standar evakuasi. Ditambah lagi arus Sungai Progo memiliki arus yang cukup kuat. Terlebih beberapa tirik memiliki kedalaman hingga diatas lima meter. Beberapa kasus tenggelam di Sungai Progo diakibatkan tidak menguasai medan dan titik arus sungai yang kencang dan dalam.

“Sebagai upaya preventif, kami juga menghimbau agar warga lebih hati-hati jika beraktivitas di seputaran sungai,” ujarnya. (dwi/pra/mg1)