Pokdarwis Pantai Sepanjang Siap Teken Surat Pernyataan
GUNUNGKIDUL – Aturan jangka pendek penataan kawasan pantai yang diterbitkan Pemkab Gunungkidul tak diindahkan warga pesisir. Buktinya gazebo semi permanen di kawasan sempadan pantai terus bermunculan. Salah satunya di Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari.

Pemkab Gunungkidul memang tak melarang pembangunan gazebo di kawasan pantai. Dengan catatan warga setempat harus meneken surat pernyataan. Surat ini berisi penegasan bahwa pemilik gazebo tidak akan minta ganti rugi jika sewaktu-waktu pemerintah melakukan penertiban kawasan pantai. Hanya, hingga kemarin tak satu pun pemilik gazebo di Pantai Sepanjang mengaku telah meneken surat tersebut. “Bagaimana mau tanda tangan, lha suratnya saja belum ada,” sindir Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sepanjang Priyo Subiyo, Minggu (19/8).

Dia tak menampik banyak pemilik warung mendirikan gazebo baru. Total tak kurang 140 gazebo berada di kawasan sempadan Pantai Sepanjang. Priyo mempersilakan pemerintah jika sewaktu-waktu mau membongkar gazebo-gazebo tersebut. Asalkan disiapkan lokasi pengganti untuk mendirikan gazebo. Priyo mengklaim, seluruh anggota pokdarwis siap menandatangani surat pernyataan kapan saja.

Selain gazebo, anggota pokdarwis juga iuran untuk membangun talud sepanjang 700 meter. Rata-rata Rp 6 juta per orang. Dibangunnya talud dan gazebo dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya berupa informasi bahwa penataan kawasan pantai baru akan dilangsungkan pada 2023. Itu artinya masih sangat lama. Tidak memungkinkan bagi pengelola destinasi wisata pantai untuk berdiam diri sampai lima tahun lagi. “Talud itu cukup bisa untuk pemecah ombak saat pasang. Juga mempercantik kawasan,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hari Sukmono mengklaim, surat pernyataan bagi pemilik gazebo Pantai Sepanjang telah dibuat. Surat tersebut diserahkan kepada camat dan desa setempat. “Namun sejauh ini belum ada informasi lanjutan ke dinas,” dalihnya. (gun/yog/mg1)